SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Mei 03, 2017

PENDIDIKAN TAK MERATA, TURUNKAN KUALITAS BANGSA

Oleh:
H. Jaja Sulaeman

Pemerataan pendidikan telah mendapat perhatian sejak lama terutama di negara-negara berkembang. Hal ini tidak terlepas dari makin tumbuhnya kesadaran bahwa pendidikan merupakan peran penting dalam pembangunan bangsa. Agaknya hal ini pula yang mendasari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 yaitu “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas.
Pemerataan pendidikan mencakup dua aspek penting yaitu persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan keadilan dalam memperoleh pendidikan yang sama dalam masyarakat. Akses terhadap pendidikan yang merata berarti semua penduduk usia sekolah telah memperoleh kesempatan pendidikan, sementara itu akses terhadap pendidikan telah adil jika semua rakyat bisa menikmati pendidikan secara sama.

Menurut UUD 1945 pemerintah berkewajiban memenuhi hak warganegara dalam memperoleh pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa. Ini berati pemerintah harus bisa memberikan pendidikan kepada seluruh rakyat Indonesia bukan hanya untuk rakyat tertentu yang mampu sedangkan untuk rakyat yang kurang mampu tidak memperoleh pendidikan.
Kenyataan saat ini, pendidikan kita masih belum secara masif berupaya membuka persamaan kesempatan kepada anak-anak usia sekolah yang belum bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Masih banyak anak-anak yang masih berusia di bawah umur yang harus bekerja membantu orang tua untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang masih mencatat 38,4 juta atau 17,6 persen dari jumlah penduduk miskin di Indonesia yang masih terkendala dalam mengakses pendidikan yang layak.
Selain itu, jika kita berbicara tentang aspek pemerataan pendidikan yang kedua yaitu keadilan dalam memperoleh pendidikan yang sama dalam masyarakat, kita akan menemukan kendala yang tak kalah pentingnya yang menjadi penyebab kondisi pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata adil dan merata. Kedala tersebut adalah belum meratanya sarana prasarana dan tenaga guru.
Adanya ketidakadilan dalam memperoleh pendidikan yang sama tergambar dalam wujud kesenjangan sarana prasarana sekolah. Contoh kasus, sekolah-sekolah yang ada di kota-kota besar sarana prasarananya sudah sangat maju, sementara di daerah pelosok, sekolah-sekolah belum memiliki sarana sebaik yang dimiliki kota-kota besar. Bahkan kadang-kadang ruang kelas banyak yang rusak dan tidak layak pakai, tetapi tetap digunakan sebagai tempat belajar tanpa mempedulikan resiko keamanannya.
Selain kondisi sarana dan prasarana sekolah, tidak meratanya guru menjadi penghambat bagi keadilan memperoleh pendidikan. Salah satu penyebab dari tidak meratanya distribusi guru adalah infrastruktur dan alat transportasi yang berkualitas buruk sehingga akses menuju ke sekolah pedesaan yang berada di pelosok negeri menjadi sangat sulit dijangkau. Hal ini pula yang menjadi penyebab terlahirnya SDM pendidik yang kurang layak secara kuantitas maupun kualitas.
Oleh karena itulah, dari dua aspek penting pemerataan pendidikan tersebut pemerintah harus memperhatikan tiga hal yang harus diupayakan dalam kerangka mempercepat pemerataan pendidikan. Tiga hal tersebut yaitu perbaikan sarana prasarana yang mendukung pendidikan, distribusi guru, dan layanan terhadap siswa miskin.
Upaya pemerataan pembangunan sarana prasarana sekolah harus pula dibarengi dengan upaya perbaikan infrastruktur transportasi yang memadai. Pemerataan distribusi guru di sekolah sangat diperlukan sehingga tidak menumpuk di suatu daerah tetapi kekurangan di daerah lainnya. Pembinaan kualitas SDM guru di sekolah sehingga memperoleh kecakapan yang baik dalam kompetensi keguruan maupun dalam mengakses berbagai informasi yang mendukung tugasnya sebagai pendidik.
Layanan terhadap siswa miskin sejatinya tidak hanya berhenti pada bagaimana memberikan biaya sekolah gratis dan pemberian kartu bantuan saja, tetapi sudah saatnya dipikirkan sebuah upaya untuk meningkatkan motivasi dan minat mereka untuk belajar agar memperbaiki kualitas hidup. Upaya pemerintah dalam memperbaiki tingkat perekonomian bangsa akan berjalan signifikan dengan peningkatan kualitas pendidikan yang akan diterima oleh rakyatnya.
Pemerintah bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum. Pendidikan menjadi landasan kuat yang diperlukan untuk meraih kemajuan bangsa di masa depan, bahkan lebih penting lagi sebagai bekal dalam menghadapi era global yang sarat dengan persaingan antarbangsa yang berlangsung sangat ketat.
Dengan demikian, pendidikan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi karena ia merupakan faktor determinan bagi suatu bangsa untuk bisa memenangi kompetisi global. Mewujudkan akses pendidikan secara merata, berkeadilan, dan berkualitas diharapkan menjadi perhatian dan komitmen pemerintah secara bersungguh-sungguh untuk meminimalisir ketertinggalan yang dapat berdampak pada daya saing bangsa.
*) Penulis adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Artikel ini pernah dimuat di koran Kabar Cirebon pada Selasa 2 Mei 2017