SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Desember 01, 2016

WALIKOTA: JANGAN ADA PNS DITEKAN

Sebanyak 707 Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Jowo Widodo, Selasa (29/11). Penghargaan itu diberikan melalui Walikota Cirebon Drs  Nasrudin Aziz, SH kepada para PNS di gedung Islamic Centre Kota Cirebon. Sayangnya, dari jumlah PNS penerima penghargaan sebanyak 200 orang belum menerima perangkat penghargaan secara lengkap.

“Ada 707 PNS yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Bapak Presiden. Namun dari jumlah tersebut ada 200 PNS yang belum menerima lengkap perangkat penghargaan. Karena Kemdagri kehabisan stok penghargaan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan Latihan Daerah Kot Cirebon Drs H Anwar Sanusi, M.Si di depan walikota, sekda dan ratusan PNS yang hadir.

November 27, 2016

PRESIDEN INGATKAN GURU PENGARUH ASING

Presiden Joko Widodo mengingatkan guru-guru agar waspada terhadap kemungkinan bangsa asing untuk memecah belah dan melemahkan bangsa Indonesia. Untuk itu pihaknya berharap agar guru-guru bisa menyampaikan kepada peserta didiknya perlunya memahami keanekaragaman bangsa Indonesia, mengenal nilai-nilai karakter bangsa dan bisa berlaku sopan santun dan bertetika dalam memanfaatkan media sosial.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo di depan ribuan guru dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional tahun 2016 di Sentul Bogor, Minggu (27/11). Presiden didampingi oleh Ibu Negara, Menteri Kabinet Kerja dan ratusan undangan lainnya. Peserta yang hadir adalah guru-guru peserta lomba dan penerima penghargaan dari Kemdikbud serta belasan undangan organisasi profesi dan pihak terkait.

November 26, 2016

PROFESI GURU MASIH RENTAN

Profesi guru dinilai masih rentan dalam peningkatan profesionalitasnya. Hal itu karena sebagai p
rofesi, pekerjaan guru masih relatif muda dibandingkan profesi-profesi lainnya di Indonesia. Tantangan guru kedepan adalah memperbaiki mentalitas, talenta, kemampuan akademik termasuk profesionalisme organisasi profesi. Profesionalisme menjadi kunci kemajuan pendidikan Indonesia.

“Pekerjaan guru sebagai profesi masih relatif muda daripada profesi dokter, lawyers, akuntan atau tentara. Karena guru sebagai profesi baru diakui sejak undang-undang guru tahun 2005 ditetapkan,” tutur  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dihadapan 2000 guru dan tenaga kependidikan hebat, peserta lomba dan peraih penghargaan dari Kemdikbud dalam rangka puncak Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2016 di gedung SICC - Sentul International Convention Center Bogor, Sabtu (26/11). 

November 23, 2016

GURU SMPN 4 CIREBON LOLOS KE FINAL

Guru IPS SMP Negeri 4 Kota Cirebon akhirnya lolos 10 besar finalis Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan tahun 2016. Guru memiliki nama lengkap Deny Rochman, S.Sos., M.Pd.I lolos setelah bersaing sebanyak 1.544 guru SD dan SMP se- Indonesia dalam kategori guru Pendidikan Dasar (Dikdas).  Total jumlah peserta dari empat kategori sebanyak 3.382 orang sejak pendaftaran dibuka 17 Oktober hingga 20 Nopember 2016.

Berkat prestasi awalnya tersebut, guru berkacamata ini akan mengikuti seleksi tahap akhir pada 24-28 Nopember 2016 di Jakarta. Deny hadir bersama 200 peserta simposium se- Indonesia yang terpilih setiap kategorinya. Di babak final, setiap peserta menyampaikan gagasan dan pemikirannya yang tertuang dalam artikel yang mereka kirim. Dipilih tiga pemenang dari 10 finalis yang akan bersaing.

RIBUAN GTK BERSAING DI SIMPOSIUM NASIONAL

Ribuan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se- Indonesia bersaing dalam ajang bergengsi Simposium Nasional. Pendaftaran Simposium di mulai 17 Oktober hingga 20 0 Nopember 2016. Hingga pendaftaran ditutup tercatat ada 3.382 GTK yang berpartisipasi mengirimkan ide dan pemikirannya dalam bentuk artikel kepada panitia.

Dalam simposium tahun 2016 ini, pihak Kementerian membagi kategori lomba yakni kategori Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas). Peserta dalam kategori ini sebanyak 119 orang. Untuk kategori guru Pendidikan Dasar (Dikdas) tercatat ada 1.544 guru yang mengirimkan artikel. Kategori guru SMA/SMK atau Dikmen sebanyak 1.490 orang, dan untuk kategori Tenaga Kependidikan (Tendik) peserta yang ikut sebanyak 229 orang.