SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Agustus 21, 2016

MENYAMBUT GELOMBANG TSUNAMI LITERASI

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat DR Asep Hilman, M.Pd mengingatkan agar sekolah-sekolah di Jawa Barat bersiap menyambut gelombang tsunami literasi. Tsunami literasi akan membawa kepala sekolah, guru dan siswa mengalami sakaw literasi.
“Kita sudah menyiapkan 300 penggerak literasi, ada juga nara sumber, lalu 2.600 peserta dari 600 SD dan 700 SMP sebagai sekolah perintis. Mereka semua sudah mengikuti workshop literasi secara berjenjang. Kini saatnya tsunami literasi akan melanda sekolah-sekolah,” ucap Kadisdik di depan kepala sekolah dan guru dalam penutupan Workshop Literasi Sekolah Perintis di Hotel BMI Kab.Bandung, Sabtu (20/8).

PERPUSTAKAAN AGAR DIINPUT DALAM DAPODIK

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Jawa Barat Drs Firman Adam, M.MPd menegaskan bahwa agar pihak sekolah untuk menginput data kondisi perpustakaan sekolahnya masing-masing dalam aplikasi dapodik. Pengisian data perpustakaan tersebut sangat penting agar pihaknya mengetahui kondisi perpustakaan sekolah di wilayahnya.

“Tidak usah sekolah melaporkan ke dinas. Isi saja kondisi perpustkaan itu ke dalam dapodik masing-masing sekolah. Dengan cara ini dinas tahu data sekolah mana yang perpustakaannya bagus, tidak berjalan atau malah tidak punya perpustakaan,” harap Kabid Dikdas dalam acara penutupan workshop literasi sekolah perintis bagi guru dan kepala sekolah SD di hotel Takashimaya, Sabtu (20/8).

MENJAGA API LITERASI

Oleh :
Deny Rochman

Gerakan literasi sekolah itu bagaikan api. Api itu akan menjadi berkah atau musibah bergantung dari bagaimana para stakeholder di dalamnya memanfaatkan api tersebut. Jika api kecil tersebut dibiarkan di satu tempat, maka perlahan ia akan padam. Jika api itu membesar di satu titik, maka ia akan membakar semua orang di sekitarnya. Api akan bermanfaat bagi kehidupan manakala api kecil itu kian membesar dan dijaga dengan baik lalu menyebar ke segala arah akan mampu menerangi seluruh alam.

MENANTI KESUKSESAN LITERASI

Oleh :
Deny Rochman

Factor yang mendukung strategi pencapaian GLS melalui program WJLRC antara lain komitmen (commitment), kompetensi (competency), komunikasi (communication), kerja tim (team work)dan pengawasan (control). Apabila factor-faktor tersebut tidak berjalan beriringan akan berdampak kurang maksimalnya pencapaian tujuan men-sakaw-kan literasi di Jawa Barat.

Agustus 18, 2016

LITERASI KEMAMPUAN ABAD XXI

Salah dari tiga kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi persaingan abada ke-21 adalah kemampuan literasi. Kemampuan ini terkait tingkat membaca, menulis dan analisis siswa dalam ilmu pengetahuan dan mencermati realitas sosial. Dua skill lain yang perlu dikuasai adalah dua karakter dan empat kompetensi.

“Budaya literasi itu merupakan kemampuan yang harus dimiliki anak didik kita dalam menghadapi tantangan masa depan jaman. Kemampuan literasi tersebut menjadi sudah modal dasar di negara-negara maju sebagai bagian karakter dan budaya,” ungkap Firman Adam, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kamis (18/8).

Pernyataan itu disampaikan Kabid Dikdas di depan 100 peserta workshop literasi sekolah perintis di Jawa Barat dalam sesi pembukaan workshop. Workshop di Hotel Takashimaya Lembang Kab Bandung tersebut diikuti dari unsur guru dan kepala sekolah. Di tempat terpisah, kegiatan serupa diikuti 200 peserta (dua angkatan) di Hotel BMI.