SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Februari 17, 2017

AKSES JALAN SINDANGLAUT TERPUTUS


Malam itu Rabu 15 feb 2017 terpaksa hrs angkat bendera putih. Si black tak mampu menembus akses jalan menuju sindanglaut dan Rumah Sakit UMC Tiar Astanajapura. Akhirnya memilih balik ke rumah di kota setelah bersabar selama tiga jam dikepung banjir.

Sindanglaut seperti biasanya dpt diakses lwt jalan raya kanci dan jalan desa Astanajapura. Pintu masuk jalan pengarengan menembus jalan pasar lemahabang. Sementara akses jalan kanci akan bertemu di alun2 lemahabang, depan pasar. Namun malam itu terowongan kereta api Cipeujeuh sudah terendam air hingga 1 meter.

Semula malam itu tak ada rencana utk pergi ke sindanglaut tuk nengok ibu di RS. Tp krn ada saudara luar kota datang keputusan itu berubah. Apalagi kondisi cuaca masih hujan shg perlu diantar jemput dg mobil, dr sindang ke RS UMC Tiar Asjap. Tak terpikir kondisi banjir di daerah tsb, pasalnya intensitas hujan di kota cbn masih kecil. Namun harapan itu sia2 krn banjir melongsorkan impian itu.

PERAN BELADIRI TAPAK SUCI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA

Pendidikan karakter tidak melulu merupakan tugas dari sekolah, tetapi menjadi tugas semua pihak baik itu keluarga, tokoh masyarakat dan pihak lainnya. Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai pencak silat bernafaskan Islam memiliki peran penting dalam pendidikan karakter siswa.  

Dalam pembelajaran kurikulum Tapak Suci baik tersurat maupun tersirat ada aktifitas jasmani yang mendorong dan menuntut siswa untuk bersikap sportif, jujur, bekerja sama, saling menghormati, sabar, kerja keras, percaya diri, mandiri, disiplin, dan patuh pada aturan-aturan yang telah ditetapkan. 

Sebagai beladiri Islam Tapak Suci memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda Islam. Terlebih perguruan silat ini tumbuh dan berkembang banyak dilingkungan pendidikan, mulai sekolah, pondok pesantren hingga kampus-kampus. Baik melalui kegiatan ekstrakuriluler (diluar jam pelajaran) maupun masuk dalam program muatan lokal (ekskul wajib dalam jam pelajaran).
Selengkapnya....

Februari 13, 2017

TETAP DI ZONA KEBAIKAN

Hidup ini adalah misteri. Apa dan bagaimana ke depan kita blm tahu apa yg terjadi. Hari kemarin yg terlewati blm tahu pasti apakah kebaikan hidup kita dihitung sebagai amalan utk ke surga. Termasuk hari2 kita yg sdg dijalani detik permenit perjam blm yakin perubahan yg terjadi.

Hidup adalah misteri. Mari kita mengadu dan meminta kepada "Maha Kekuatan Ghaib" pengatur kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Waktu mlam lbh baik. Agar kehidupan kita dan keluarga diselamatkan baik di dunia maupun di akherat. Semoga kehidupan kita dan keluarga dijauhkan dr sgl fitnah dan siksa.

Tentu kita sadar. Untuk meraih sgl harap tersebut tdk mudah dan gratis. Ada syarat dan ketentuan yg berlaku disana. Kita hrs terbiasa memancarkan energi positif dalam jiwa kita. Menebarkan kebaikan kepada sesama dan lintas makhluk.

TUHAN ITU BUKAN AKSESORIS

Beragama itu tak cukup hanya hafalan, tetapi juga pengamalan. Jika beragama hny hafalan, maka agama hny milik anak2 kecil dan remaja. Atau mereka yg sedang belajar menghafal, setelah itu agama ditinggalkan hny sbg aksesoris.

Kecil belajar ngaji, sdh bisa dan hafal maka sdh jarang ngaji. Ngaji dilakukan kalau pas acara kematian.

Kecil belajar sholat, sdh bisa dan hafal bacaan dan gerakan sholat sdh besar jarang sholat. Sholat dilakukan kalau kita kena musibah.

Kecil belajar tentang zakat infak shodakoh. Sudah tahu tp tdk pernah melakukannya. Melakukannya ketika ada keinginan besar dlm hidupnya hingga pamrih ingin disebut dermawan atau biar terpilih dlm jabatan.

RIBUT KEKUASAAN TIADA HENTI

Ojo gumun jk negeri ini sering gaduh. Inilah resiko sebuah negara heterogen (pluralisme). Beda pendapat satu agama saja rame, apalagi sudah berbeda beda agama, suku, ras dan budaya lainnya. Belum.lg dipicu beda pendapatan ($) bikin semua urusan jadi runyam.

Indonesia terasa sangat dipaksakan utk sebagai negara besar. Negara yg membentang wilayahnya dr Sabang sampai Meroke dengan penduduk sekitar 200 juta ini. Sejak awal para the founding father bangsa ini sadar keberagaman sebuah bangsa sangat berpotensi konflik. Ibarat api dalam sekam, kapan pun bisa tersulut dan terbakar.

Jika masa penjajahan bangsa ini relatif bisa disatukan itu karena alasan ikatan emosional, kita punya musuh yg sama, penjajah asing! Sekalipun pada masa itu sdh ada musuh dalam selimut, termasuk selimut tetangga yg menghiasi dinamika perjuangan bangsa. Tapi toh itu bisa diminimalisir dg kekuatan massa yg lebih besar pro pembebasan kolonialisme.