SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Desember 17, 2022

Ribuan Guru Kota Cirebon Turun ke Jalan

Sekitar lima ribu guru-guru dan tenaga kependidikan turun ke jalan. Mereka berduyun-duyun memadati ruas jalan Balaikota Cirebon pada Sabtu, 17 Desember 2022. Menelusuri jalan Siliwangi, Veteran, Samadikun, M. Toha hingga berakhir kembali di jalan semula. Lelah mereka sirna, setelah dihibur musik, diguyur saweran, dan diberi hadiah. Puluhan hadiah hiburan, hingga hadiah utama dua unit sepeda motor.
Jalan Sehat Sehati dalam rangka HUT PGRI ke-77 tahun dan Hari Guru Nasional 2022 tersebut berjalan dengan semarak, penuh keakraban. Dihadiri oleh Wakil Walikota Cirebon, Kepala Dinas Pendidikan, jajaran pengurus PGRI Kota Cirebon, dan para undangan. Undangan dari Dinas Pemuda dan Olahraga maupun para sponsor, seperti Bank BJB dan lainnya.
Tampil kompak, Wakil Walikota Cirebon Dra Eti Herawati, bersama Ketua PGRI Dr Irawan Wahyono, M.Pd dan Kadisdik Kadini, S.Sos. Ketiganya silih berganti memberikan sambutan, setelah laporan panitia Lilik Agus Darmawan, S.Pd., MM. Secara bersama-sama ketiga pejabat tersebut melepas ribuan peserta Jalan Sehat Sehati yang sudah menyemut sejak pukul 06.00. 
Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota atas nama Pemerintah Daerah Kota Cirebon menyampaikan terima kasih banyak kepada guru-guru atas dedikasinya. Eti menegaskan berulang-ulang, tanpa kontribusi guru-guru pembangunan pendidikan kota ini tidak berjalan. Tanpa jasa guru-guru dirinya tidak mungkin hingga pada titik sukses karirnya sebagai Wakil Walikota Cirebon.
Pagi sebelum jalan, para peserta dan undangan yang hadir menjalani pemanaran secara bersama. Dipandu instruktur berpengalaman, ribuan guru dan tenaga pendidikan senam PGRI. Para kontingen peserta lomba senam di tiap cabang PGRI ikut serta berbaris mengikuti irama dan gerak senam.  Dalam waktu berbeda, puluhan ibu-ibu guru PAUD pun tampil memesona. Menampilkan senam pelajar Pancasila.
Dalam hitungan tiga, ribuan guru dan tenaga kependidikan berjalan merayap berjalan mengikuti rute yang sudah ditetapkan. Mereka dikawal petugas polisi dan Dishub, yang juga menutup akses jalan Balaikota sementara dari hilir mudik kendaraan. Tua muda, laki perempuan, guru dan siswa semua jenjang sekolah berjalan dengan penuh keceriaan. Hingga finish di depan panggung Balaikota. 
Puluhan hadiah sudah dipajang di atas panggung. Mulai headset, kipas angin, kompor gas, dispenser, blender, barang pecah belah dan televisi LED. Hadiah keren lainnya adalah kulkas, sepeda gunung dan hadiah utama dua unit sepeda motor persembahan Bank BJB. Hadiah dari sponsor lainnya seperti Bank Cirebon, PT. Toba Sakti Utama dan CV. Atang, Bank Cirebon, Fathtech, Bank Indonesia, Rezeki Toyota, Astra Daihatsu, Toko Pola dan Rina collection, penerbit Erlangga serta CV. Pabelan juga ikut mendukung kegiatan tersebut.
Tak hanya barang, hadiah penginapan pun diberikan oleh Hotel Zamrud, Hotel Yellow Start, dan Hotel Aveon. Bahkan peserta pun dimanjakan dengan hadiah voucher kopi Lakiket dan 1000 donat dari donatur, serta kaos baim wonh dari CNM Tour & travel.

Hadiah utama dua unit sepeda motor diraih oleh Eka Wahyu Setiati, guru SD Budaya dan Vira guru SD Kesambi. Sementara empat hadiah sepeda, masing-masing diraih oleh Sopiah guru SMP Wahidin, Heru guru SMPN 7, Gina Sabrina guru SDN Kalijaga Permai dan Indra Johar guru Pulasaren 3. Dalam kesempatan itu PGRI juga memberikan hadiah spesial untuk Feri, guru honorer terlama dan tertua mengabdi. (*)

Oktober 10, 2022

MENUJU KELURAHAN WISATA ZERO STUNTING

Catatan:
DENY ROCHMAN, S.Sos., M.PdI
Lurah Kesepuhan

Kelurahan Kesepuhan memiliki sejumlah potensi wisata yang bisa dikembangkan. Baik potensi wisata religi dan budaya, maupun potensi alam, kerajinan dan kulinernya. Dibalik potensi tersebut, ada tantangan bagi stakeholeder di kelurahan ini. Angka balita stunting masih relatif tinggi di tingkat Kota Cirebon. 

Sebagai kelurahan berada di lingkungan keraton, Kesepuhan memiliki potensi wisata budaya dan religi. Ada Keraton Kasepuhan dengan segala peninggalan sejarahnya. Alun-alun Sangkalabuana, Masjid Sang Cipta Rasa, Masjid Pejlagrahan, Lawang Sanga dan lainnya. Selain itu adat istiadat, nilai dan normal yang masih diyakini kerabat keraton dan warga sekitar.

Nama-nama sembilan RW di kelurahan ini pun mengandung nilai historis. Tidak lepas dari perkembangan sejarah keraton. Dermaga Lawang Sanga diyakini punya kaitan dengan nama besar Panglima Perang China Jenderal Cheng Ho. Masa itu dermaga ini sebagai akses keluar masuk perairan laut ke lingkungan keraton.

Alun-alun Sangkalabuana Keraton Kasepuhan kini tampil cantik mempesona. Menambah magnet masyarakat untuk berbondong-bondong mendatanginya. Sekadar untuk refreshing bersama orang terkasih, sambil menikmati kuliner kaki lima, menikmati dolanan anak hingga untuk berolahraga. Berbagai event banyak digelar, mulai skala kecil hingga skala nasional. 

Entah sudah berapa turis berkunjung ke Kesultanan Islam tertua di Jawa Barat ini. Turis lokal maupun manca negara. Atau pun para peneliti yang penasaran dengan spirit multi kultural kesultanan Cirebon. Keberadaan keraton, menjadi daya tarik masyarakat berkunjung ke kelurahan Kesepuhan. 

Lebih-lebih pada masa liburan akhir pekan, liburan sekolah, atau long weekend banyak warga luar kota berkunjung ke Kota Cirebon. Akses transportasi yang kian mudah, murah dan cepat mendorong pengunjung berdatangan di Kota Wali. Walau sekedar menikmati kuliner khas Cirebon: sega jamblang, docang, empal gentong, nasi lengko dan lainnya.

Potensi wisata sejatinya tak hanya itu yang bisa dinikmati pengunjung. Tak hanya itu ditemui saat berkunjung ke Cirebon. Untuk fashion, banyak puluhan bahkan konon ratusan motif batik Cirebon. Satu diantaranya batik keratonan dan pesisiran. Begitu juga dalam memanjakan lidah pengunjung. Konon kuliner khas keraton juga tak kalah unik dan enak.

Fashion dan kuliner ala keraton itu tampaknya belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh para wisatawan. Tidak hanya luar kota, di dalam kota pun masih banyak yang belum tahu. Di sekitar kawasan Keraton Kasepuhan belum ditemukan sentra oleh-oleh khas Cirebon: kuliner, fashion, kesenian, kerajinan, aksesoris atau lainnya.

Kelurahan Kesepuhan terdiri dari 9 RW belum maksimal memanfaatkan potensi wisata yang ada. Potensi dalam mendukung wisata Keraton Kasepuhan. Potensi hutan mangrove dan bank sampah RW 09 Kesunean Selatan. Potensi wisata (alam) sungai Kesunean, akses menuju Dermaga Lawangsanga. Potensi kuliner malam di kawasan trio Kesunean. 

Kampung sejarah Magersari Mandalangan, Pakungwati, Sitimulya hingga Kesunean. Salah satu kampung tertua dalam sejarah Cirebon. 

Karya-karya seniman, dan budayawan banyak dijumpai di kelurahan ini. Mulai lukisan mural, lukisan kaca, membatik, seni pahat topeng, hingga penari dan kesenian topeng, sintren serta lainnya.

Para pegiat pariwisata pun ada di sini. Seperti Pokdarwis (kelompok sadar wisata) Magersari RW 02 Mandalangan. Atau para kreator event organizer yang berpengalaman skala nasional. Dan beragam potensi SDM yang masih belum terorganisir.

Beragam potensi wisata di wilayah Kelurahan Kesepuhan itu sejatinya bisa dikembangkan. Dikembangkan dalam mendukung pariwisata Kota Cirebon. Mendukung kawasan Kota Tua Lemahwungkuk, kawasan reklamasi Pantai Kejawanan. Kawasan Pekalipan sentra kuliner dan kesenian, yang belum lama diresmikan. 

Kawasan Kota Tua kini tengah di bangun monumen Pedati Gede. Persis di depan gedung tua eks pabrik rokok B.A.T. Tak jauh dijumpai klenteng, gereja, masjid merah dan beragam gedung tua cagar budaya peninggalan masa lalu. Ada wisata waterland, eks lokawisata Ade Irma.

Bahkan, Pelindo sebelum pandemi pernah berencana akan membuka jalur wisata heritage tourism. Menelusuri Cirebon dari keraton Kasepuhan, kawasan Pecinan, Keraton Kanoman, kampung Arab hingga ke kawasan tua pelabuhan. Di lokasi ini akan disiapkan area kongkow. Mungkin disulap seperti wisata pantai di Singapura.

Dalam waktu bersamaan, Kelurahan Kesepuhan menghadapi tantangan menyelamatkan generasi masa depan. Generasi yang sehat, kuat dan cerdas. Tercatat sekitar 100 anak usia balita mengalami gangguang pertumbuhan dan gizi tidak cukup. Atau biasa disebut stunting.

Pekerjaan rumah ini menjadi catatan bagi pihak Kelurahan Kesepuhan. Bersama Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) seperti LPM, PKK, RT, RW, Karang Taruna, Posyandu, Satlinmas dan lainnya, perlahan berbenah. Berbenah menuju kelurahan (desa) wisata dengan zero stunting. Maka perlu ilmu, strategi dan dukungan dalam mewujudkan harapan itu. Semoga! (*) 

September 24, 2022

ANTARA AKULTURASI DAN AKURTURASI FESTIVAL PEKALIPAN

Catatan:
DENY ROCHMAN

Malam minggu 24 September 2022 terasa berbeda di kawasan Pasar Balong ex. Matahari Dept Store. Ruas jalan Pekalipan di sana penuh sesak warga kota Cirebon. Memadati sepanjang jalan hingga panggung depan pasar. 

Panggung dengan backdrop bertulis Festival Pekalipan, Pusat Kuliner dan Aksi Kesenian. Tema yang diangkat adalah Akurturasi Budaya Caruban Nagari. Walikota Cirebon membuka acara, yang diwakilkan oleh Ibu Wakil Walikota Dra Hj Eti Herawati. Sekda Drs H Agus Mulyadi, M.Si hadir mendampingi dan undangan SKPD lainnya.
Sayangnya, tak semua undangan resmi kebagian tempat duduk. Tempat duduk yang tersedia sudah terisi oleh warga yang datang sejak awal sebelum acara pembukaan dimulai. Mereka sangat antusias menyaksikan peresmian jalan Pekalipan sebagai kawasan kuliner dan aksi kesenian.

Malam itu berdiri tenda-tenda UMKM. Di atas terpasang lampu hias berjejer membentang di atas sepanjang jalan Pekalipan. Lampu warna warni bernuansa mega mendung. Menambah keindahan malam sambil kuliner di malam-malam berikutnya.

Sebelum dilaunching, kehidupan malam kawasan Pekalipan selama ini memang terasa hidup. Selain kawasan   kota tua B.A.T, alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan. Di jalan Pekalipan banyak bermunculan warung-warung tenda. Semua menawarkan kuliner, mulai makanan khas Cirebon, seafood hingga makanan asing atau kuliner modern.
Kegiatan malam itu disuport oleh Bank Indonesia atas inisiasi DISKUKMPP, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian. Dalam sambutannya Kepala Dinas Iing  Daiman berpakaian ala karnaval bercorak sultan. Begitu juga dari pihak BI dan pembawa acara. 

Tampilan kreasi seni tampak apik. Sesuai temanya berkolaborasi lintas budaya. Ada tarian topeng, barongsai, gamelan Cirebon dan lainnya. Menyeselaraskan dengan tema Akurturasi Budaya Caruban Nagari yang dikenal multi kultural. 
Yah, akurturasi bukan akulturasi, seperti istilah dalam ilmu sosiologi antropologi. Jika akulturasi adalah percampuran antarbudaya berbeda tanpa meninghilangkan budaya asalnya. Sementara akurturasi tampaknya asal kata akur dalam web kamus besar Bahasa Indonesia memiliki arti mufakat; setuju; seia sekata; bersatu hati; rukun; sesuai.

Caruban Nagari merupakan asal-usul Cirebon tertulis pada manuskrip sejarah, yakni naskah Carita Purwaka Caruban Nagari. Naskah ini karya Pangeran Aria Cirebon. Seorang putra dari Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723.

Cirebon asal kata Caruban sendiri memiliki arti campuran. Hal ini karena daerah Caruban menjadi tempat tinggal masyarakat dari banyak budaya yang di antaranya Sunda, Jawa, Arab, dan Cina. Akulturasi budaya tersebut terlihat secara simbolis pada kereta singa barong. Dupilkat kereta kini ada di musuem Keraton Kasepuhan.

Secara sosiologis, masyarakat multi kultural berpotensi rentan akan konflik sosial. Toleransi, tenggang rasa menjadi kata kunci dalam menjaga kerukunan sosial. Festival Pekalipan, menjadi media membangun hubungan sosial melalui kuliner dan kolaborasi aksi kesenian. Media pertemuan banyak orang multi kultural di kawasan itu. Cirebon sebagai Caruban Nagari multi etnis, multi kultural diharapkan tetap akur, akurturasi. Semoga. (*)

*) Penulis adalah Lurah Kesepuhan

September 16, 2022

TIM LEGENDARIS ITU CIGAOK FC

Pemerintah Desa Lemahabang Kulon Kec. Lemahabang Kab. Cirebon tahun 2022 ini kembali menggelar turnamen sepak bola antarblok. Setelah sebelumnya sempat dihentikan karena masa pandemi covid-19. Nah tahun ini, Liga Sepak Bola Desa Lemahabang Kulon (Liga LAK 2022) digelar pada 1-18 September 2022 di lapangan Ampera desa setempat.

Pada tahun ini ada delapan klub yang berlaga. Klub-klub itu terbagi dalam dua group. Group A terdiri dari Persepajag (pejagalan), Stanbird, Timpas dan Banaspati (Tabet). Sementara group B terdiri klub Mara (Makam Panjang), Cigaok, Remako LAK dan Tabet.
Klub Cigaok merupakan klub legendaris. Seperti klub Timpas yang pernah jaya dengan nama tim Cobra dan Arsenal. Cigaok pernah pakai nama CM, Cigaok Muda. Berbeda dengan Timpas, klub Cigaok secara formal tak memiliki organisasi dan manajemen. Tak seperti Persepajag sekarang ini dikelola dengan serius. Berbagai event diikuti di banyak tempat.
Kendati tak dikelola dengan formal, namun klub di blok Cigaok ini telah melahirkan pemain-pemain lokal yang handal. Beberapa pemain itu masih satu keluarga. Yah keluarga Pak Iing Sanusin. Mantan pemain bola pada masanya yang bekerja di PTP XIV PG Karangsuwung. Pak Iing juga pernah menjadi pelatih Kobra Timpas.
Delapan dari anak Pak Iing semua pemain bola, kecuali si bungsu karena perempuan. Delapan anak itu adalah Dedi (Edi), Dadang, Diding, Dodi, Deni, Didi (Emul), Dede (Peeng), dan Dudi (Caplin). Masa itu anak-anak asli Cigaok ini memperkuat tim bloknya setiap turnamen antarkampung. Beberapa kali pernah menjuarai. Beberapa pemain suka diminta memperkuat tim lain (disambat).

Seiring perkembangan waktu, delapan anak-anak Pak Iing dan Bu Mioh ini perlahan menggantungkan sepatu alias pensiun (padahal saat itu kalau main bola nyeker. Hehe). Pensiun karena kesibukan pekerjaan. Pensiun karena tak punya klub formal. Hanya satu anak, yakni Diding alias Sueb yang masih aktif bermain bola dengan tim lain.
Liga LAK 2022 ini patut diapresiasi. Karena dilaksanakan secara resmi oleh Pemerintah Desa melalui Karang Taruna dibawah kepemimpinan kuwu Rudis di periode kedua jabatannya. Sebelumnya event-event di kampung levelnya sepak bola mini (lapangan kecil). Dengan bola plastik dengan pemain sekitar 6 orang, tanpa batas usia, tanpa alas kaki. Sebutannya Ayam Cup, atau Kambing Cup, sesuai hadiah yang diperebutkan.

Turnamen sepak bola mini pernah tren di lapangan blok sawo tiap HUT RI dengan hadiah ayam. Pada tahun tertentu pernah diadakan kambing cup di halaman sekolah SDN Haktong (depan Puskesmas Lemahabang). Setelah itu event-event tersebut mulai hilang, seiring ketiadaan lahan lapangan.
Sejalan maraknya dunia pesepakbolaan nasional dan dunia, turnamen lokal mulai bermunculan. Aturan permainannya pun tak kalah seru dengan liga profesional. Seperti tim memakai pemain kontrak atau sambatan dari luar desa bahkan luar kota. Semakin pintar mengolah kulit bundar, bayarannya makin mahal. Paling tidak bisa diangka Rp. 1 juta/pemain sekali laga. Itu diluar fasilitas makan minum bonus dan penginapan.

Untuk Liga LAK 2022 konon tak diperkenankan menyambat pemain luar desa. Rata-rata yang tampil anak-anak pribumi desa ini. Maka jangan heran usia pemainnya beragam. Bapak anak cucu bisa main dalam satu laga. Ada juga klub Remako di turnamen tahun ini. Klub Remako kepanjangan dari remaja kolot atau wakcariwut (awak bocah rai malwut. Bahasa kerene tim All Start. 
Kendati event tarkam, namun Liga LAK tetap menarik untuk ditonton. Paling tidak untuk hiburan untuk warga dan silaturahmi antarwarga. Paling tidak warga bisa teriak-teriak bebas memberi semangat timnya. Rehat sejenak dari marah-marah di rumah atau membisu dihadapan android yang dimainkan di rumah. Walau dari sisi permainan, tak sedikit fisik dan strateginya kedodoran.

Para pemain muda tarkam kali ini memang wajah-wajah baru. Mereka adalah generasi milenial, anak dari pemain bola era 90-an. Seperti para pemain Cigaok FC, yang masih terlihat anak ABG usia sekolah dan kuliah. Bersyukur tahun ini Cigaok FC berhasil lolos ke partai final. Setelah laga semifinal berhasil unggul 2- 1 dari Stanbird FC.
Perjumpaan Cigaok dengan Stanbird tahun 2020 silam pernah terjadi. Kala babak penyisihan laga 30 Agustus 2020 itu skor draw 3-3. Liga tahun ini Cigaok berhasil mengalahkan Stanbird 2-1 hingga melaju ke partai final Minggu 18 September 2022 lusa bertemu dengan Persepajag FC. Persepajag pada 6 September 2020 silam masuk final bertemu dengan Sidamukti (Gajele) dengan skor akhir 1-0 untuk Persepajag.
Cigaok FC versus Persepajag FC dalam partai final tahun ini tampaknya merupakan pertemuan pertama sepanjang musim liga LAK. Kendati pemain Persepajag FC jam tandingnya lebih banyak, namun pemain Cigaok FC tetap menjadi ancaman serius bagi  kiper Persepajag. Akankah Cigaok FC akan kembali mengukir prestasi dunia persepakbolaan tarkam? Saksikan dalam laga final Minggu 18 September 2022 pukul 15.30 di Lapangan Ampera Desa Lemahabang Kulon. Dont Miss It !! (*)

Pronggol, 16 September 2022 I 23:25

DENY ROCHMAN
Mantan Pemain Cigaok FC

September 10, 2022

PENGURUS KAMPUNG DAN PERUBAHAN SOSIAL


Pada tahun 2022, pengurus kampung di tingkat RT dan RW di Kota Cirebon mulai berakhir masa periodisasi. Babak berikutnya, baik ketua lama terpilih lagi atau ada ketua baru, masa tugas mereka akan lebih panjang. Sebelumnya satu periode kepengurusan hanya tiga tahun dan belum dipilih kembali. Ke depan, satu periode kepengurusan hingga lima tahun dan boleh dipilih satu periode lagi.

Di tingkat Kelurahan Kesepuhan, sudah ada tiga RW dan RT terbentuk kepengurusan periode baru, lima tahun ke depan. Yaitu kampung Kesunean Utara, Tengah dan Kesunean Selatan. Trio Kesunean ini bersamaan dalam pelaksanaan pemilihannya, kecuali RW Kesunean Selatan sepekan lebih dulu.


Tiga Kesunean ini memiliki kepadatan penduduk relatif lebih banyak setelah RW 02 Mandalangan. Data penduduk pada Maret 2022, RW 07 Kesunean Utara sebanyak 2.485 jiwa atau 510 kepala keluarga. Penduduk RW 08 Kesunean Tengah sebanyak 2.369 (500 kk). Sedangkan RW 09 Kesunean Selatan jumlah penduduknya 2.300 jiwa (472 kk). Jumlah penduduk terbanyak di RW 02 Mandalangan sebanyak 2781 jiwa (701 kk).

Pada kepengurusan periode terbaru, jumlah pengurus di tingkat RT bertambah gemuk. Semula hanya tiga jabatan: ketua, sekretaris dan bendahara (KSB). Kini struktur pengurusnya sama dengan pengurus RW, terdapat empat seksi. Yaitu seksi perekonomian dan pembangunan, seksi kebersihan dan lingkungan hidup, seksi ketentraman dan ketertiban umum dan seksi kesejahteraan rakyat.


Jumlah pengurus kampung juga bertambah dengan hadirnya kelompok PKK RW, kelompok PKK RT dan Posyandu. Selain KSB, ada empat bidang di kelompok kerja PKK RW, dan tiga bidang di kepengurusan Posyandu. Sementara PKK RT hanya ketua, sekretaris dan bendahara.

Perubahan struktur kepengurusan tersebut dampak dari perubahan peraturan. Peraturan baru Permendagri No. 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Di tingkat Kota Cirebon, disahkan Peraturan Walikota No. 49 Tahun 2020 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) di Kota Cirebon.


Bertambahnya jumlah pengurus akan membawa konsekuensi logis terhadap dinamika organisasi. Terlebih pembentukan pengurus RT dan PKK bukan kewenangan ketua RW baru. Tetapi tetap melalui proses pemilihan oleh masyarakat setempat. Idealnya melalui musyawarah mufakat, seperti dalam pemilihan ketua RW. Faktanya warga lebih memilih voting pemilihan langsung.

Dengan pola pemilihan seperti itu, bisa jadi tingkat dinamika organisasi di level kampung akan relatif lebih dinamis. Pengurus RW bisa berbeda dalam memahami kebijakan di level kampung. Jumlah pengurus banyak pun bisa menghambat efektifitas dan efisiensi kerja pengurus. Apa saja yang akan mereka perbuat untuk kampung?


Dalam pendistribusian uang insentif dari pemda kota pun cukup menyulitkan. Jumlah pengurus banyak, dengan uang insentif yang terbatas. Jika dulu, pembagian di tingkat RT cukup tiga posisi KSB lebih mudah. Lebih mudah lagi jika jabatan itu diisi oleh suami, isteri dan anak.

TANTANGAN PENGURUS
Kepengurusan kampung dalam lima tahun ke depan akan dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mereka yang dengan sadar menerima amanah menjadi pengurus, siap atau tidak harus menghadapi dan melalui tantangan itu. Tantangan dalam menjalankan tugas melayani dan memberdayakan masyarakat, dan melaksanakan pembangunan kampung. Berkoordinasi dengan kelurahan setempat.

Tantangan tersebut antara lain : pertama, menjaga konsistensi kinerja pengurus. Memilih menjadi pengurus kampung, artinya memilih resiko berurusan dengan masalah masyarakat. Masalah warga, menjadi masalah pengurus. Semangat bertugas, kekompakan pengurus, tak hanya tampak pada masa-masa awal kepengurusan terbentuk. Tetapi harus tetap terjaga sepanjang masa periode kepengurusan.


Konsistensi ini sangat penting dijaga karena pelayanan masyarakat sering dituntut 24 jam. Seiring kesibukan masing-masing pengurus, khususnya posisi KSB, maka pendelegasian kewenangan harus siap dilakukan. Setiap pengurus di semua posisi tetap siaga menerima tugas organisasi. Jika ketua tak bisa hadir, maka sekretaris, bendahara atau seksi lain siap menggantikan.

Kedua, tantangan semangat demokrasi tanpa batas. Era reformasi 1998 membentuk masyarakat Indonesia memahami demokrasi seolah tanpa batas. Hak menjadi prioritas mengabaikan kewajiban. Ini berdampak pada gesekan sosial di tengah masyarakat. Potret sosial ini menjadi tantangan pengurus kampung. Tetap sabar dan bijak dalam melayani tetapi perlu perlahan namun pasti mengedukasi masyarakat sesuai koridor hukum yang ada.

Ketiga, kehadiran media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus. Media sosial lahir dari alam  demokrasi. Di tengah euforia masyarakat yang cenderung kebablasan, pemanfaatan media sosial oleh mereka bisa berdampak pada dinamika sosial di kampung. Akan begitu cepat arus informasi diakses dan terakses oleh warga. Warga bisa lebih awal tahu informasi, bisa menyebarkan daripada pengurus. Pengurus agar bisa menghadapi kondisi ini.

Keempat, peningkatan kompetensi dan menjaga soliditas pengurus menjadi tantangan berikutnya. Selain akan menghadapi berbagai urusan dan masalah warga, pengurus juga dituntut memahami administrasi organisasi (RT, RW atau PKK). Sementara pengurus kampung, setiap periode kerap mengalami perubahan orang baru. Dengan kemampuan yang minim terhadap administrasi kerwan dan kertean.

Sesuai aturan, paling tidak ada tujuh hingga sembilan buku administrasi yang dimiliki dan dipahami oleh pengurus. Mulai buku agenda surat masuk dan keluar hingga buku penduduk sementara. Belum lagi kemampuan membuat surat menyurat dan proposal. Mengetahui syarat dan mekanisme pengurusan layanan warga. Seperti pembuatan ktp, kartu keluarga hingga mengurusi bencana menimpa warga. Disini perlunya bimtek oleh pihak kelurahan bagi pengurus kampung yang baru.

Tantangan terakhir adalah menggali sumber pendanaan. Sebagai organisasi, pengurus RW, RT, PKK dan Posyandu perlu pendanaan. Pendanaan untuk operasional serta melaksanakan program dan kegiatan. Di tingkat Kota Cirebon, sesuai Perwal No. 49 Tahun 2020 dalam pasal 61, bahwa sumber pendanaan LKK antara lain (1) APBD Kota Cirebon sesuai kemampuan; (2) Sumber pendanaan lain yang tidak mengikat; dan (3) Swadaya masyarakat.

Hingga kini, salah satu sumber pendanaan dari pemda kota Cirebon adalah pemberian dana insentif bagi pengurus LKK. Selain berupa program pemberdayaan masyarakat melalui musyawarah rencana pembangunan di kelurahan (musrenbangkel) setiap tahunnya. Dua sumber pendanaan itu masih relatif terbatas untuk pembangunan di kampung.

Sebelum covid-19, para RW pernah mendapatkan bantuan pemda kota (bawal). Besarannya terakhir Rp50 juta per RW. Dengan dana tersebut, pembangunan di kampung bisa berjalan lebih baik. Sayang mendekati covid program itu dihentikan karena alasan tertentu.

Harapan lain sumber pendanaan bagi pengurus adalah swadaya masyarakat dan bantuan lain yang sah, tidak mengikat. Dana swadaya masyarakat atau sering disebut iuran wajib kampung atau iuran bulanan masyarakat. Besaran iuran ini beragam, sesuai kebutuhan dan kesepakatan masyarakat. Besaran iuran bisa dilihat dari status sosial dan ekonomi warga. Jenis pekerjaan, jumlah aset dimiliki (keamanan), volume sampah rumah (kebersihan) dan lainnya.

Jika warga paham, iuran bulanan sangat diperlukan bagi pengurus. Diperlukan untuk mendanai petugas linmas keamanan kampung, petugas kebersihan sampah. Selain itu untuk dana sosial menjenguk warga sakit, melahirkan hingga uang duka kematian. Kebutuhan lain mendanai kegiatan dan program kampung, seperti keagamaan, olahraga, pendidikan, kesehatan (posyandu) dan lainnya.

Sumber dana lainnya dari bantuan pihak tertentu, seperti sponsor, perusahaan, donatur atau unit usaha. Iuran bulanan para pemilik usaha juga berbeda besarannya dengan warga biasa. Untuk menjaring sponsor dan bantuan donatur, pandai-pandai pengurus membuat program kampung yang bisa menarik perhatian donatur dan perusahaan untuk membantu. (*)

Pronggol, 11 September 2022 I 00:30

DENY ROCHMAN
Lurah Kesepuhan

Foto:
Lurah Deny Rochman melantik para ketua RT di RW 07 Kesunean Utara Kelurahan Kesepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, Jumat (9/9) malam.

September 08, 2022

MAAFKAN RAMEDI PAK LURAH...

Maafkan Ramedi Pak Lurah. Kata-kata itu terucap oleh Pak Ramedi, staf senior kepada lurahnya, yang usianya jauh dibawah. Ucapan tulus ketika terjadi miss komunikasi dalam pekerjaan. Kendati Pak Ram, usianya paling senior di kantor Kelurahan Kesepuhan Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Banyak orang mengenal Pak Ramedi bin Kamsari ini sebagai sosok pegawai sopan dan santun. Seorang pekerja disiplin, rajin, penuh semangat, ramah ke semua orang. Selama enam bulan mengenal sosok bapak tiga anak ini, nyaris tak pernah ijin bolos ngantor.
"Dia itu pegawai teladan. Datang paling pagi, dan pulang paling sore," ujar warga samping kantor Kelurahan Kesepuhan yang mengaku sudah lama mengenal almarhum sebagai teman ngobrol dikala santai. 

Tidak berlebihan, jika Pak Ram disebut pegawai teladan. Pertama saya bertugas di kelurahan ini pada 8 Maret 202, Pak Ram pegawai pertama yang menyambut kedatangan lurah baru. Pak Ram juga orang yang terakhir disapa dan menyapa kala jam pulang kantor.

Disela waktu senggang, saya sering ngobrol bersamanya. Baik masalah pekerjaan maupun keluarga. Termasuk bercerita seluk beluk sejarah kantor kelurahan Kesepuhan. Dengan sisipan kisah-kisah mistis di dalamnya. Sayangnya cerita sejarah ini belum sempat saya tulis. 
Sosok pria sederhana kelahiran 5 April 1958 ini sudah bekerja puluhan tahun, sebelum para pegawai sekarang ini bertugas di kelurahan. Ia sudah betugas sebagai PNS sejak Kelurahan Kesepuhan masih belum dimekarkan dari Kelurahan Lemahwungkuk. 

"Beliau lama bekerja di kelurahan ini. Bahkan sejak kelurahan Kesepuhan masih menyatu dengan Lemahwungkuk. Saat kantor kecamatannya di tempat lama, yang kini jadi showroom mobil Honda Kesunean," kenang Nani, kader jejaring posyandu yang ayahnya pernah mengenal Pak Ram.
Selama bekerja sebagai staf kelurahan, pelayanan Pak Ram kepada warga begitu ramah dan cekatan. Baik masa ia masih sebagai PNS, maupun saat dikaryakan (honor) di kelurahan yang sama. Seluruh waktu hidupnya dihabiskan untuk kelurahan. Jam 6 pagi datang, jam 6 sore balik. Usai isya ia datang lagi ke kantor hingga tengah malam.

"Um Ramedi selalu cepat tanggap jika ad warga yg urus2 surat...salut," komen salah satu netizen yang punya akun nama facebook Mas Raden Mas di fb kelurahan Kesepuhan. Kesan serupa dialami banyak warga ketika datang ke kantor kelurahan.
Kini pegawai teladan itu kini telah pergi. Pergi selama-lamanya meninggalkan dunia ini. Kepergian begitu cepat dari orang-orang dekatnya, dari kolega di tempat kerjanya. Di usianya ke-64 tahun, Pak Ram menuntaskan tugasnya sebagai khalifah fil ard pada Kamis 8 September 2022 pukul 03.00 di kediamannya Kampung Karang Jalak Mekar Kota Cirebon.

Kepergiannya terbilang mendadak dan mengejutkan banyak orang. Selama ini Pak Ram dikenal energik dan sehat-sehat saja. Tak jarang ikut terjun ke lapangan, membantu staf lain yang bekerja. Seperti saat pemasangan umbul-umbul Hari Jadi Cirebon ke-653. Pak Ram dengan semangat ikut memasang umbul-umbul di sepanjang jalan.
Sebagai lurah, saya sering menegur agar jangan terlalu capek karena usia. Termasuk saat beliau sepulang dirawat di RS Ciremai 23 Agustus lalu.  Ia selalu menjawab penuh semangat. Jika dirinya baik-baik dan sehat-sehat saja. Ia mengaku, bekerja baginya adalah hiburan. Jika tidak merasa badannya sakit. 

Mindset itulah membuta Pak Ram selalu rindu dengan pekerjaan, dengan kantor kelurahan. Selama sakit dirawat, selama di rumah, menurut Abdul anaknya yang juga bekerja honorer di kelurahan, Pak Ram selalu kepikiran pekerjaan di kantor. Ia selalu menolak jika sakit dibawa ke RS. Atau berlama-lama di rumah.
Sepulang dirawat, Pak Ram selang sehari langsung masuk kantor. Bahkan hari kedua saat dirawat ia mengaku sudah baikan sehingga ingin segera pulang dari RS. Padahal saat kembali kerja, tubuhnya masih terlihat lemas dan pucat. Suaranya serak berdahak. Dampak dari penyakit jantung dan diabet yang menimpanya.
Sebelumnya Pak Ram mengaku perutnya mual-mual dan lemes sehingga terpaksa dilarikan ke RS. Mendekati hari wafatnya, ia ngedrop lagi. Bahkan gula darahnya naik hingga 500. Saya sarankan ke Abdul anaknya agar bapak dibawa ke RS. Silahkan bawa mobil kelurahan.
Waktu shubuh pesan WA digroup kelurahan tertulis: "Minta doanya buat temen temen bapak,bapak udah engga ada tadi jam 3 subuh ini". Pesan tulis oleh Abdul anaknya menggunakan no WA bapaknya Ramedi pada pukul 03:29. Innalillahi wainnailaihi rojiuun.

Pak Ram dimakamkan pukul 09.00 di pemakaman umum Syekh Gentong di kampung Karang Jalak Mekar Kelurahan Sunyaragi. Setelah sebelumnya disholatkan di Masjid Imaduddin, sebelah makam. Tak jauh dari rumah duka. Lurah dan jajarannya. Para LkK, RW, kader, babinsa babin kamtibmas, warga hadir melepas Pa Ram. Bahkan kadishub Andi Armawan, yang juga mantan lurah Kesepuhan menyempatkan hadir. 

Selamat jalan Pak Ram. Selamat menghadap Tuhanmu. Semoga jannah menyambut bapak.  Etos kerja Pak Ram semoga bisa menjadi motivasi dan inspirasi kami. Aamiin...(*).

Pronggol, 9 September 2022 l 02:30

Turut Berduka Cita,

DENY ROCHMAN
Lurah Kesepuhan

September 04, 2022

Generasi AKTIF, Generasi HAPPY

Oleh :
Deny Rochman, S.Sos., M.PdI

Ada pertanyaan yang mengganjal bagi guru-guru baru. Guru baru yang pertama kali mengenal Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Apa menariknya gerakan ini. Pertama, paradigma yang diajarkan bukan hal yang baru dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Kedua, model pembelajarannya terkesan hanya cocok untuk anak-anak pendidikan dini dan pendidikan dasar. 

Pembelajaran yang menyenangkan sudah lama dikenal dalam kurikulum nasional dari masa ke masa. Sebut saja seperti CBSA, cara belajar siswa aktif. Ada lagi model PAIKEM, Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Dan berbagai sebutan lainnya dalam pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran agar berlangsung menyenangkan.

Apakah beragam pendekatan dan seterusnya itu berjalan 100% dilakukan oleh guru, didukung oleh sekolah dan bersinergi dengan warga sekolah, orang tua siswa ?  Nampaknya realitanya tak seindah tertulis dalam kurikulum. Selalu ada distorsi dalam perjalanannya. Di sinilah perlunya komunitas, organisasi, forum dan sejenisnya hadir kembali meluruskan dan memurnikan kembali paradigma pembelajaran yang menyenangkan. 

GSM mencoba menjawab tantangan jaman tersebut. Tantangan dunia pendidikan di tengah kepungan arus informasi dari segala penjuru arah mata angin. Tantangan di tengah hadirnya "guru-guru baru" berwajah media massa, media sosial, yang cenderung berorientasi pasar. Tantangan mendidik anak-anak yang mengalami kompleksitas kehidupan efek perubahan teknologi informasi.

Potret anak-anak produk era digital akan membuat guru-guru dibuat stres dalam mengajar. Jika metode mengajarnya tetap setia pada ceramah. Jika pendekatannya masih sentralistik, guru selalu benar dan tahu. Siswa tidak boleh tahu dari gurunya. Jangan melebihi dan bisa dari gurunya.

Faktanya, siswa masa kini jauh berbeda dengan guru-gurunya saat menjadi siswa. Perubahan pola perilaku, pola pikir, gaya hidup mereka begitu mengejutkan guru-guru. Herannya, perubahan itu tak lagi dipengaruhi oleh orang tuanya, teman atau lingkungan masyarakat dan media massa konvensional. Seperti teori-teori sosial selama ini kita pelajari.

Media sosial menjadi kekuatan baru, dan lebih dahsyat merubah life style masyarakat. Tak hanya anak-anak sebagai manusia yang masih mencari jati diri dan arah kehidupan. Mereka para orang tua pun ikut terseret pola hidup gaya baru era digital. Termasuk guru-gurunya, ikut terjebak tren yang berkembang.

Kondisi ini memaksa guru-guru harus beradaptasi dengan perubahan jaman. Harus mau dan bisa. Jika tidak, peran dan fungsinya akan tergantikan oleh teknologi. Perangkat media pembelajaran yang tak memahami dan mengenal cinta dan kasih sayang. Warisan genetika yang diberikan Tuhan kepada manusia. 

Disinilah perlunya pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran dengan bingkai cinta dan kasih sayang. Disinilah wajibnya guru-guru memahami sisi psikologis anak. Bisa mengerti ilmu psikologi pendidikan, psikologi pembelajaran anak. Misalnya mengerti cara kerja otak anak dalam belajar.

Munif Chatib, konsultan pendidikan sekaligus penulis buku best seller mengatakan, setiap hari guru mengajar sebenarnya bermain-main dengan otak siswa-siswanya. Bukan lambungnya, bukan ususnya. Naif jika guru tidak mengetahui cara kerja otak. 

Otak akan bekerja dengan baik dalam pembelajaran diperlukan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Guru harus hadir dalam alam pikiran dan perasaan siswa agar satu frekuensi, satu hati. Guru memulai masuk ke dunia mereka. Melakukan apersepsi, stimulus pembelajaran.

Masih menurut Munif Chatib, bahwa siswa dalam belajar harus punya selera agar tertarik. Layaknya ketika mereka dihadapkan dengan hidangan makanan perlu selera. Jika siswa tak punya selera belajar, maka proses berfikir mereka akan terhambat.

Pembelajaran disertai dengan tepuk tangan, menyanyi, permainan (games/kuis) atau sejenisnya bagian dari pendekatan pembelajaran menyenangkan. Mendekatkan guru dengan alam pikir dan hati siswa. Guna menggungah selera belajar anak. Membuka mental block, pikiran dan perasaanya.

Model pembelajaran GSM yang happy-happy bagian dari metode memecah kebekuan suasana belajar. Termasuk happy-happy melalui media pembelajaran di ruang-ruang dinding kelas (display kelas). Display kelas bukan sekadar secarik kertas di dinding, coretan tanpa makna. Atau sekadar foto yang menggantung hingga pudar warnanya.

Display kelas adalah jejak keceriaan, mengekspresikan berbagai karakter serta suasana hati dan pikiran. Gambar, foto, tulisan, simbol pada dinding merupakan bagian media pembelajaran. Merupakan lingkungan belajar yang tak terpisahkan dengan ekosistem sekolah. Display kelas berfungsi memuaskan otak reptil anak. 

Manajemen display kelas dibedah tuntas oleh Munif Chatib. Dalam bukunya "Kelasnya Manusia: Memaksimalkan Fungsi Otak Belajar dengan Manajemen Display Kelas".

Lendo Novo, penggagas Sekolah Alam menyebutkan, display kelas bisa menjadi barometer kreativitas dan kualitas guru dalam mengajar. Display juga memacu belajar siswa, berani tampil, melatih kepekaan. Sebagai barometer kerja sama guru dan siswa. Juga sebagai bahan promosi. 

Singkatnya, paradigma GSM ingin mengembalikan kembali ruh pendidikan. Pendidikan yang memanusiakan manusia. Pendidikan yang memperhatikan tiga kodrat manusia. Kodrat rasa ingin tahu yang tinggi. Kodrat manusia selalu ingin berimajinas (berhayal). Dan kodrat memberikan kesempatan kepada anak dalam mengembangkan potensinya secara adil. 

Jadi, masihkah berfikir jika GSM hanya cocok untuk pendidikan anak dini dan pendidikan dasar ? Pliss deeeh.... (*)

*) Penulis adalah pengurus GSM Kota Cirebon, yang juga pengurus PGRI.

Agustus 28, 2022

YUK BERSINERGI ! Untuk Perubahan Pendidikan Lebih Baik

Catatan:
Deny Rochman

Apakah Anda seorang guru? Ini adalah pertanyaan serius. Pertanyaan dari hati nurani terdalam. Pertanyaan untuk semua guru, apalagi bagi guru-guru pengguna dana negara, lebih-lebih yang sudah bersertifikasi. Tapi menjawabnya tak perlu menyiapkan retorika dalam forum-forum ilmiah. Atau harus kuliah lagi hingga magister apalagi menjadi doktor. Membuka lembaran undang-undang dan teori. Tetapi cukup direnungkan dan dipikirkan, bertanya dalam hati kita: apakah aku adalah seorang guru (bener-bener guru).

Guru merupakan "kasta" tertinggi dalam dunia pekerjaan. Ia profesi tertua dalam peradaban manusia. Guru ada, sejak manusia ada di muka bumi. Sejak proses belajar mengajar terjadi antara Tuhan YME, malaikat dan Nabi Adam sebagai manusia pertama diciptakan. Menjadi guru adalah pekerjaan mulia. Ia adalah panggilan jiwa, panggilan hati nurani. Kepuasan hidupnya tak bisa diukur dengan materi. Tak sedikit guru bergaji kecil, namun tetap bertahan dijalaninya.

Menjadi guru (sejati) memang tak hanya dibuktikan dengan gelar akademik. Atau sudah mengantongi sertifikat guru profesional (sertifikasi). Sudah lama mengajar, punya pundi-pundi kekayaan. Guru yang punya kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional atau lainnya sesuai dengan peraturan dan undang-undang, serta teori di dunia pendidikan. 

Guru adalah profesi yang terlihat ringan jika disawang (dilihat), tapi sangat berat jika dilakoni (dilakukan). Menjadi guru perlu banyak ilmu dan kaya hati. Harus punya cadangan kesabaran dan pengorbanan berlapis. Karena mendidik dan mengajar manusia-manusia sungguh pekerjaan sangat berat. Orang tua yang mendidik sedikit anaknya saja kadang berkeluh kesah. Wajar saja, agama memberikan jaminan surga kepada guru-guru sejati.

Seorang guru harus memiliki jiwa dan ruh mendidik, mengajar. Punya seni, strategi, metode dan teknik dalam membentuk jiwa dan pikiran anak didik. Maka guru bisa disebut seorang seniman, kreator, aktor. Punya semangat untuk mengubah dan mewarnai kehidupan anak didik.  Guru adalah manusia lintas jaman. Kemampuannya dituntut bisa akan masa lalu, masa kini dan masa depan. Maka ia tak pernah lelah untuk belajar, berinovasi, berkreasi dalam menyiapkan generasi manusia masa depan yang lebih baik lagi.

Karena guru adalah pemimpin bagi diri sendiri, maka ia pun dituntut tampil sempurna di setiap waktu. Bagai manusia setengah dewa. Seakan tak boleh ada celah kesalahan. Tak ada kata guru tak bisa atau tidak tahu. Guru adalah manusia pilihan, sehingga orang-orang terpilihlah yang bisa menjalankan tugas dan fungsi guru. Demi kesempurnaan profesionalisme, ia hadir sebagai guru pejuang, guru inspiratif. Untuk memudahkan itu, maka guru tak boleh berhenti belajar, menuntut ilmu, berbagi dan berkolaborasi (sinergi). Agar perubahan progresif itu bisa terwujud. 

Sebagai penjaga nilai dan norma kehidupan, guru-guru untuk tetap bergerak bersama dalam mendidik dan mengajar siswa. Seperti perintah Allah Swt dalam kitab suci Al Qur'an surat Ali Imron 104. Dalam gerak berjamaah ini memudahkan guru-guru untuk saling belajar, dan saling menguatkan. Berkolaborasi dan berbagi. Berkumpul bersama guru-guru yang satu hati, satu pikiran dalam menata dan memajukan dunia pendidikan. Tanpa itu rasanya tekanan tugas berat bisa membuat guru oleng. 

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) adalah pengejewantahan perintah Tuhan untuk gerak bersama menuju pendidikan lebih baik lagi. Bagi guru-guru lintas jaman, tentu paradigma yang ditawarkan GSM bukan barang baru. Tapi visi misi GSM adalah konsep yang terbarukan. Diadopsi, diadaptasi dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah masa kini. Sekolah yang hidup dalam tantangan era globalisasi yang kompleks. 

Bagai misi "kerosulan", GSM hadir ingin kembali meluruskan niat dan tujuan pendidikan. Sama halnya nabi-nabi dan rosul, dari jaman ke jaman terus diutus untuk meluruskan niat dan jalan hidup manusia. Demikian juga ada pergeseran mindset dalam ekosistem sekolah, pendidikan, yang sudah tergerus dan mulai oleng dampak efek jaman yang kian pragmatis, hedonis, materialistis. 

GSM hendak meluruskan kembali paradigma pendidikan pada guru-guru sebagai ujung tombak perubahan di kelas-kelas. Perubahan yang diselaraskan dengan tuntutan jaman kekinian tanpa menanggalkan ruh pendidikan dan pengajaran. GSM menawarkan konsistensi paradigma pendidikan holistik melalui gerakan kultural akar rumput. Bukan gerakan struktural (kekuasaan) berbasis project kurikulum nasional yang cenderung lahir dan kadang layu sebelum berkembang.

Daya tahan gerakan kultural terletak pada militansi hati dan pikiran pegiatnya. Guru memimpin diri sendiri, maka secara individual harus independen menempa peningkatan profesionalitas diri. Maka perlu kolaborasi, sinergi dan berbagi dalam mewujudkan perubahan ekosistem sekolah untuk menuju pendidikan yang merdeka, memanusiakan manusia. Yuk tetap berkolaborasi, berbagi demi perubahan pendidikan negeri ini yang lebih baik lagi. Tetap stay bersama guru-guru inovatif, kreatif dan inspiratif. (*)

*) Penikmat GSM Kota Cirebon

Agustus 23, 2022

MASTER GSM SIAP BRAINWASH

Penulis:
Deny Rochman, S.Sos., M.PdI

Pada Kamis 25 Agustus 2022, master Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) akan mencuci otak (brainwashing) guru-guru di Kota Cirebon. Sekitar 300 guru-guru termasuk kepala sekolah dijadwalkan akan menghadiri acara lokakarya spektakuler tersebut . Acara bertema "Napas Pendidikan Masa Depan" tersebut bertempat di gedung Graha Cirebon Edu Global Kota Cirebon. Founder GSM ini juga, M. Nur Rizal, PhD dan Novi Puspa Chandra, PhD akan talkshow di televisi Radar Cirebon (RCTV).

Yah, yayasan organisasi penggerak bermarkas di Yogyakarta ini akan menularkan virus kebaikan kepada guru-guru dan kepala sekolah Kota Udang. Satu-satunya kota di Jawa Barat yang berkembang sebagai sekolah pilot POP GSM. Sementara di daerah DIY,  Jawa Tengah dan Jawa Timur gerakan ini kian tumbuh subur, bahkan hingga ke luar pulau Jawa seperti Papua. GSM hadir untuk melakukan perubahan pola pikir pendidikan menuju paradigma Revolusi Industri 4.0. Untuk ekosistem pendidikan positif dan berfokus pada pengembangan karakter siswa.

Tim GSM Kota Cirebon secara maraton membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak. Mulai dari sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, pengawas, Dewan Pendidikan, media massa hingga DPRD dan Wakil Walikota Cirebon. Bahkan Wakil Walikota Dra Hj Eti Herawati menyambut baik penerapan GSM di Kota Cirebon. Ia menyatakan siap untuk membuka lokakarya luar biasa di bulan bersejarah kemerdekaan, Agustus ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kadini, S.Sos mendukung penuh kegiatan lokakarya GSM. Melalui otoritasnya sekolah-sekolah digerakkan untuk mengikuti acara tersebut.

Apresiasi serupa datang Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitria Pamungkaswati. Politisi PDIP ini berharap, kehadiran GSM menjadi oase dipadang pasir problematika pendidikan. Khususnya permasalahan belajar bagi anak. Selama ini anak dibebankan banyak pelajaran dengan pola pembelajaran yang serius membuat siswa mudah tertekan. 

Harapan besar itu relevan dengan flatform GSM. Dalam visi misi organisasi yang dirintis sejak 2016, menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia memiliki lingkungan belajar yang positif, menyenangkan, aman, dan membangkitkan semangat belajar siswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter baik anak-anak Indonesia

Area perubahan GSM, mendorong transformasi dunia pendidikan Indonesia. Berangkat dari perubahan pola pikir pendidikan menuju paradigma Revolusi Industri 4.0. Titik awal ini meliputi perubahan pola pikir guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan untuk membangun ekosistem pendidikan yang positif dan berfokus pada pengembangan karakter siswa. Dengan spirit Berubah, Berbagi, Kolaborasi, GSM melakukan program pelatihan, pengembangan, pendampingan hingga terjadi perubahan pada ekosistem sekolah. 

Founder GSM Muhammad Nur Rizal, PhD menjelaskan, paradigma GSM memperhatikan tiga kodrat manusia yang dimiliki anak. Kodrat ini menjadi kata kunci keberhasilan pendidikan. Tiga kodrat itu yaitu bahwa sifat dasar manusia adalah rasa ingin tahu yang tinggi. Kedua, manusia selalu ingin berimajinas (berhayal). Ketiga, memberikan kesempatan kepada anak dalam mengembangkan potensinya secara adil. 

Lahirnya gagasan GSM merupakan perjalanan spiritual M. Nur Rizal bersama isterinya Novi Puspa Chandra. Keduanya miris dengan realitas pendidikan Indonesia sejak keduanya menuntut ilmu program beasiswa doktoral di negeri kanguru. Bagaimana anak-anaknya bersekolah di Benua Australia itu. Fenomena kontras terjadi pada sekolah-sekolah di Indonesia. Belum lagi angka kualitas pendidikan bangsa yang berusia 77 tahun pada Agustus 2022 ini begitu terpuruk di level internasionl. Maka, melalui GSM, siswa-siswa akan menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan sebagai bekal menghadapi masa depan di era Revolusi Industri 4.0. (*)

Penulis adalah pengurus GSM Kota Cirebon.

VIRUS GSM MERAMBAH KE CIREBON

Penulis:
Deny Rochman, S.Sos., M.PdI

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) terus menular ke sekolah-sekolah pembelajar. Kota Cirebon, satu-satunya daerah di Jawa Barat yang tertular virus baik ini. Bahkan pada Kamis 25 Agustus 2022, pendiri GSM M. Nur Rizal, PhD dan Novi Puspa Chandra, PhD dijadwalkan akan berkunjung ke Cirebon. Dalam satu hari, kedua dosen UGM ini akan membongkar mindset guru-guru dan kepala sekolah. Menularkan konsep GSM, menggali dan menerapkan dalam kurikulum merdeka belajar. Bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka agar lebih mudah dan menyenangkan.

Perkembangan GSM di kota ini boleh dibilang cukup moncer. Sejak 14 Desember 2020 GSM mulai diterapkan di 5 sekolah pilot di SDN. Lima sekolah tersebut antara lain SDN Kedungkrisik, SDN Karya Mulya 2, SDN Kebon Melati 2, SDN Pegajahan 3 dan SDN Pesisir Baru. Sekolah yang semula biasa-biasa saja perlahan namun pasti berubah menuju luar biasa. Perubahan itu tak lepas sentuhan paradigma GSM Rizal dan Novi yang juga pasangan suami isteri ini yang gelisah terhadap fenomena pendidikan di Indonesia sepulang dari pendidikan doktoralnya di negeri Kanguru, Australia.

Ketua GSM Kota Cirebon Noo Aeni, M.Pd mengatakan, tujuan kegiatan ini  adalah memberikan orientasi dan perspektif terbarukan dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi Kepala Sekolah dan guru-guru dalam hal pendidikan, kurikulum dan pembelajaran. Termasuk memberi bekal dalam rangka menukseskan Implementasi Kurikulum Merdeka dan profil Pelajar Pancasila, Program Sekolah di taman Sehati dan Sekolah Ramah Anak.

"Keberhasilan pendidikan selain faktor guru dan kurikulum juga dukungan ekosistem pendidikan yang supporting (mendukung). Fokusnya pada pengembangan karakter murid. Mengembangkan inovasi strategi, metode, dan model belajar dan pembelajaran yang menyenangkan. Terlebih adanya perubahan pendidikan menuju paradigma revolusi industri 5.0 dan Kurikulum Prototipe tahun 202," tutur Noor Aeni, yang juga guru SMP Negeri 6 Kota Cirebon ini.

Menurut pegiat literasi Gelemaca ini, kegiatan tersebut dilakukan melalui prinsip “Berubah, Berbagi dan Berkolaborasi.” Ada empat area perubahan yang dilaksanakan oleh GSM, yaitu; (1) lingkungan etis dan positif, (2) pembelajaran yang relevan dengan kehidupan, (3) Keterhubungan sekolah dengan orang tua  dan masyarakat, dan (4) Pengembangan karakter (emosi dan sosial). GSM sendiri merupakan salah satu organisasi penggerak dalam program nasional kurikulum merdeka belajar yang berpusat di Yogyakarta. Berkembang dengan pesat ke daerah-daerah di Indonesia.

Diharapkan Kepala sekolah dan guru-guru dapat menjadi motor penggerak perubahan di sekolah masing-masing, sehingga dapat menjadikan kota Cirebon, sebagai kota yang terdepan dalam melaksanakan program pemerintah dan menumbuhkan pembelajaran yang berfokus pada well being seperti apa yang diharapkan sehingga terwujudnya profil pelajar Pancasila. (*)

*) Penulis adalah pengurus GSM Kota Cirebon.

Agustus 12, 2022

KAFIATUR, DARI SMPN4 UNTUK TIMNAS U-16

Nama Muhammad Kafiatur Rizky mendadak viral. Pemain bernomor punggung 9 ini dielu-elukan sebagai pahlawan Indonesia. Pahlawan bagi timnas usia 16 tahun (U-16) yang berlaga dalam final piala AFF Jumat malam 12 Agustus 2022 di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta. 
Melalui goal indahnya, Indonesia berhasil unggul 1-0 atas Vietnam. Goal indah di dalam kotak finalti atas umpan dari Rizdjar Nurviat. Rizdjar Nurviat Subagia dan M. Kafiatur Rizky ternyata sama-sama satu klub anak didik binaan SSB Bina Sentra Cirebon. Selain Ridho Al Iksan, pemain U-16 yang juga dari klub yang sama.
Ketiga pemain inti timnas ini sama-sama menghabiskan pendidikan SMP-nya di sekolah yang sama. Pada tahun 2018, ketiganya masuk ke SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Mereka bersama 18 pemain lainnya binaan Bina Sentra dibawah asuhan Pak Bagja. Secara resmi, 18 pemain sepak bola itu atas rekomendasi Kemenpora.  
Kepala Sekolah masa itu Ibu Sumiyati, S.Pd., M.Si melakukan penandatanganan naskah kesepakatan (MoU) dengan pihah SSB Bina Sentra, dihadiri dan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Drs H Jaja Sulaeman, M.Pd dan pihak Kemenpora. Secara simbolis pemberian bola dari pemain siswa baru kepada kepala sekolah.
Selama pembelajaran tiga tahun di sekolah jalan Pemuda ini, 18 pemain dikawal betul oleh tim Bina Sentra. Mereka dijadikan satu kelas agar memudahkan pemantauan. Datang dan pergi dijemput mobil khusus. Masa itu persepakbolaan kota Cirebon dikuasai SMPn 4 hingga menjadi juara pertama Liga Pelajar Indonesia. Beberapa kali 18 pemain harus meninggalkan sekolah. Bermain untuk klub lain di Indonesia.
Kini, 18 pemain sepak bola siswa SMP  Negeri 4 Cirebon kian tumbuh besar. Mereka sekolah SMA menyebar. Karir sepak bolanya bertebaran di sejumlah klub. Tiga dari 18 pemain berhasil lolos seleksi bergabung dan memperkuat Timnas Garuda U-16. Kemenangannya di laga final tak lepas dari dua pemain alumni SMPN4. Rizdjar Nurviat mengoper bola kepada Kafiatur hingga tercipta goal indah. Gooool.... (*)
Penulis,
DENY ROCHMAN
Guru SMP Negeri 4 Kota Cirebon 2005-2019