SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Oktober 28, 2015

BIASA MENCURI, LAMA-LAMA KORUPSI

Oleh :
 D E N Y   R O C H M A N
Guru SMP Negeri 4 Kota Cirebon


Pernahkah kamu tahu ada ungkapan bahwa jika merokok itu pintu masuk mencicipi minuman keras, narkoba dan psikotropika (obat-obatan terlarang). Kalau pacaran itu jalan menuju pergaulan bebas berpotensi mengarah pergaulan sex bebas (free sex). Nah, mereka yang punya kebiasaan mencuri lama-lama bisa korupsi. Yah, karena korupsi sama dengan mengambil hak orang lain baik langsung maupun tidak, baik dengan cara paksa maupun secara halus. Jika sejak usia sekolah kalian sudah terbiasa mengambil barang yang bukan haknya di lingkungan sekitarnya, maka dewasa kelak akan terbiasa dengan korupsi.

Coba kita lihat deh kasus pencurian di sekitar kita. Pelakunya tidak saja orang tua dewasa, tetapi juga banyak dari kalangan remaja dan anak-anak. Malahan  kasus kriminal tersebut banyak terjadi di sekolah-sekolah. Beragam jenis barang yang menjadi sasaran, seperti uang, handphone, laptop, buku teks, buku LKS (Lembar Kerja Siswa), alat tulis, tas, sepatu sampai alat-alat kebersihan dan pakaian ibadah. Biasanya semakin tinggi nilai sebuah barang, baik gengsi maupun harga jualnya, maka semakin sering menjadi target pencurian.

Oktober 26, 2015

SELAMATKAN PEMUDA INDONESIA

Oleh :
Deny Rochman, S.Sos., M.Pd.I

Bangsa ini boleh saja bangga dengan luasnya wilayah, besarnya potensi alamnya, banyaknya jumlah penduduk, suku dan agamanya.  Tetapi bagaimana masa depan bangsa ini dalam beberapa tahun ke depan? Ini masih menjadi pertanyaan besar yang butuh pemikiran besar dalam menjawabnya. Walikota Bandung Ridwan Kamil, misalnya berseloroh dalam komentarnya di media social, negeri ini butuh banyak pemuda pencari solusi, bukan pemuda pemaki-maki.

Ungkapan orang pertama di Kota Bandung tersebut memang bukan tanpa alasan. Paling tidak selama ia menjadi pejabat daerah banyak ditemui masalah yang melibatkan anak-anak muda. Ironisnya fenomena ini bukan lagi situasi kedaerahan tetapi menjadi tren nasional bahkan dunia. Padahal melihat Indonesia ke depan, bisa melihat kondisi pemuda masa kini. Lebih banyak mana yang tampil, apakah mereka yang berkarya, berprestasi, berkarakter positif atau pemuda yang bermasalah. Bermasalah bagi dirinya, keluarga, masyarakat bahkan bagi agama bangsa dan negara.