SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Juni 12, 2022

Ditinggal Teman-temannya, Remaja Ini Diselamatkan Warga

Sudah tiga hari, keluarga Rudi di Sumedang kehilangan anak pengais bungsunya. Diketahui belakangan, anaknya berada di Kota Cirebon. Tinggal bersama warga Kelurahan Kasepuhan. Ia tersesat, ditinggal kawan-kawannya menaiki mobil truk sepulang dari Surabaya.

***
Rabu pagi warga RW 06 mendatangi kantor Kelurahan Kesepuhan Kec. Lemahwungkuk. Ia bersama seorang remaja usia kelas 1 SMP. Remaja pakai sweater ini banyak diam ketika ditanya Lurah Kesepuhan Deny Rochman. Menurut Meli dan Dewi, warga RW 06 bahwa itu remaja yang hilang sejak tiga hari lalu. Remaja ini ditemukan seorang supir warga Kesepuhan di SPBU Palimanan.

Dewi menjelaskan, remaja bernama Rudi ini ditinggal oleh 10 teman lainnya naik truk di daerah Palimanan saat dirinya ke toilet. Anak tidak tamat SD ini mengaku pulang dari Surabaya menghadiri sebuah acara. Sebelumnya mereka berangkat dari Sumedang dengan ngompreng truk. Rabu pagi ke kelurahan untuk dilaporkan ke Dinas Sosial Kota Cirebon.

Lurah Kesepuhan Deny Rochman akhirnya berhasil menggali fakta dan data remaja asal desa di Kec. Sumedang Selatan. Melalui jejaringnya akhirnya bisa terhubung dengan ayahnya Rudi melalui telepon. Menurut ayahnya, Rudi sering kali berpergian jauh dengan teman-temannya. Ini untuk kesekian kalinya ia pergi dari rumah.

Sejak lima tahun ayahnya berpisah dengan ibunya, Rudi lebih memilih tinggal bersama neneknya. Berbeda dengan dua saudara kandungnya mau tinggal sama ayahnya di kecamatan berbeda di Sumedang. Sementara satu anak bungsu tinggal sama ibunya di Kab. Cirebon. Saat di kelurahan, Rudi menolak pulang atau dijemput oleh ayah atau ibunya. Ia maksa ingin pulang sendiri ke Sumedang di rumah neneknya dengan naik elf.

Merasa ikut khawatir, Lurah Kesepuhan berhasil menelusuri keluarga ibunya di Kab. Cirebon. Ayah sambungnya kemudian menjemput Rudi di kediaman warga Kesepuhan. Kendati awalnya menolak dibawa pulang, akhir Rudi bisa berkumpul dengan ibunya. Rencana Rudi akan dipulangkan ke kediaman neneknya di Sumedang Selatan. (*)

MISI SUCI KADER POSYANDU

Selama dua hari, Selasa - Rabu 7-8 Juni 2022 puluhan kader mengikuti Pembinaan Posyandu. Mereka adalah kader-kader dari 9 RW se- Kelurahan Kesepuhan Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon. Kegiatan bertempat di aula kelurahan setempat ini rutin dilaksanakan setiap tahun.

Kader-kader itu berasal dari Posyandu Wijaya Kusuma (RW 01), Posyandu Mawar 1 dan Mawar 2 (RW 02), Posyandu Melati (RW 03), Posyandu Flambloyan (RW 04), Posyandu Cempaka (RW 05), Posyandu Melati Gambir (RW 06), Posyandu Anggrek 1 dan Anggrek 2 (RW 07), Posyandu Kemuning 1 dan Kemuning 2 (RW 08) serta Posyandu Bougenvil 1 dan Bougenvil 2 (RW 09) 

Hadir sebagai narasumber adalah Ibu Yanti dari tenga ahli gizi Puskesmas Kesunean. Selain itu dua narsum lainnya adalah dari Sekretariat Daerah Pemkot Cirebon. Pak Giri dan Pak Fahmi mewakili bidang pemberdayaan masyarakat Setda.

Sesuai kompetensinya, Bu Yanti banyak bicara tentang gizi balita dan ibu hamil. Dua masalah utama yang mendera kesehatan ibu dan bayi. Problem ini menjadi titik fokus kader-kader Posyandu di Kel Kesepuhan. Faktor yang mempengaruhi angka stunting di kelurahan ini. 

Sementara Pak Giri banyak bicara tentang pemberdayaan masyarakat. Pak Fahmi mengulas administrasi Posyandu. Masalah lama yang tak ujung tertib dalam penataan administrasi Posyandu. Seringnya dirapihkan jika ada penilaian atau lomba.

Secara resmi acara dibuka oleh Sekmat Lemahwungkuk Ibu Hikmah. Sedangkan saya Deny Rochman sebagai lurah menyampaikan sambutan kegiatan.

Kegiatan massal kader Posyandu ini kali kedua dihadiri lurah yang baru betugas 8 Maret 2022 lalu. Pada Rabu 18 Mei 2022 para kader Posyandu ini juga hadir di aula Puskesmas Kesunean. Acara usai lebaran Idul Fitri ini adalah rapat koordinasi tim gabungan. Agendanya melakukan pemetaan stunting dan strategi solusi di Kel. Kesepuhan.

MISI SUCI
Kader posyandu merupakan anggota masyarakat yang dipilih dari dan oleh masyarakat, mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan secara sukarela dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perorangan maupun pelayanan posyandu secara rutin. 

Mereka melakukan penyuluhan tentang pola asuh balita, agar anak tumbuh sehat, aktif, cerdas dan tanggap. Dalam kegiatan itu, kader bisa memberikan layanan konsultasi, konseling, diskusi kelompok. dan demonstrasi (Praktek) dengan orang tua/keluarga balita. 

Selain itu kader Posyandu membimbing orang tua melakukan pencatatan terhadap berbagai hasil pengukuran dan pemantauan kondisi balita. Melakukan penyuluhan tentang pola asuh balita, agar anak tumbuh sehat, cerdas, aktif dan tanggap.

Melihat kerja kader Posyandu, mereka boleh disebut istilah lainnya adalah pekerja sosial, pejuang kemanusiaan, relawan bahkan bisa dikatakan mujahid (orang yang berjihad). Bagaimana tidak, tanpa digaji dengan sukarela ibu-ibu ini menyisihkan waktu dan tenaganya ikut mengurus masyarakat. Khususnya dalam melakukan pelayanan, edukasi dan pendampingan terhadap kesehatan ibu, balita dan lansia.

Dengan kata lain, peran kader Posyandu membawa misi suci penyelamatan generasi masa depan bangsa dan negara. Peran dan fungsi mereka ikut menentukan masa depan bangsa. Termasuk dalam mewujudkan mimpi Indonesia Emas 2045, dengan meraih bonus demografinya. Pada tahun itu SDM Indonesia usia produktif berlimpah daripada negara-negara lain. Akankah terwujud atau sebaliknya, kader Posyandu ikut serta menentukannya. Akankah terwujud atau sebaliknya, kader Posyandu ikut serta menentukannya.

Seperti pekerjaan rumah stunting Kota Cirebon. Di tingkat Kelurahan Kesepuhan, misalnya, peran mereka terus ditingkatkan dalam menggiatkan masyarakat untuk datang ke Posyandu. Khususnya melakukan pendampingan terhadap ibu hamil dan balita stunting. Tercatat sekitar 41 bayi stunting yang perlu pendampingan khusus para kader di 9 RW. Bayi kurang gizi dan pertumbuhan badannya lambat.

Para kader ini dibagi tugas melakukan pendampingan intens setiap bayi stunting. Satu kader satu bayi stunting. Setiap saat kader menjalin komunikasi dengan orang tuanya. Termasuk dalam perbaikan gizi anaknya. Pencegahan dari sisi calon pengantin pun dilakukan. Bekerja sama dengan Puskesmas, Lebe dan KUA. Diharapkan psikolog juga ikut berperan.

Fakta balita stunting menunjukkan, pontensi bayi stunting tidak melulu karena keterbatasan ekonomi orang tua. Beberapa kasus tak sedikit orang tuanya mampu tetapi bayinya mengidap stunting. Artinya, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan gizi ibu hamil dan anak ikut menentukan balita stunting. Potensi bayi stunting juga bisa mulai dilihat dari pasangan calon pengantin (catin). 

Upaya preventif para kader tersebut terhadap menurunkan bahkan meniadakan balita stunting menjadi sangat penting dan strategis. Wajar jika Sekda Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi, M.Si mendesak perlunya revitalisasi Posyandu dalam menekan angka stunting di kota Wali ini.

Peran kader Posyandu memang tak diragukan lagi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Saking pentingnya peran kader di tingkat kelurahan/desa dan RW, mereka pun kiprahnya banyak bermain peran di bidang lain. Apakah sebagai petugas sensus hingga tim sukses pemilu. Mulai pemilu presiden hingga pemilihan ketua RW. Walaupun peran politik tambahan ini seringkali memicu konflik yang bisa merugikan kader. Khususnya dalam pemilihan pemimpin di level desa atau RW. (*)