SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Maret 09, 2017

MEMILIH ISLAM SETELAH MIMPI TIGA KALI


Ibu Cornelia Dina Krisnawati dan anaknya Daniela Kelita Tahapary sudah mantap memilih Islam sebgai agama barunya hingga akhir hayat nanti. Prosesi ikrar dua kalimat syahadat dilangsungkan di Masjid Sekolah, dimana Diniela bersekolah tingkat akhir (kelas IX). Kendati bersekolah di SMP
Negeri 4 Kota Cirebon yang berbasis agama, namun pilihannya memeluk Islam harus menunggu selama dua tahun. Mengapa?

Daniela mengaku, pilihannya berpindah agama sudah menjadi panggilan hatinya. Panggilan itu berawal dari mimpi tidurnya selama dua tahun ia sekolah di SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Mimpi serupa ia alami sebanyak tiga kali. Satu kali saat ia masih duduk di bangku kelas VIII, dan dua mimpi terakhir saat ia sudah di kelas IX.
Ibu Cornelia dan Daniela sebelum mualaf
“Saya memilih Islam karena panggilan hati, karena memang sudah niatan dari awal. Ceritnya memang pertama dimimpiin. Dimimpiin sampe tiga kali. Mimpi waktu kelas delapan saya mimpi pakai kerudung, disuruh sama orang yang mukanya bercahaya. Mimpi saat kelas sembilan, dalam mimpinya mamah juga pakai kerudung berjalan dengan orang yang wajahnya bercahaya,”  kenang Daniela mengisahkan kembali mimpinya.

Daniela menambahkan, dalam mimpi tersebut orang yang wajahnya bercahaya itu berpesan jika Daniela dan ibunya tidak perlu takut memeluk Islam. Tiga kali mimpi tersebut mengganggu kebatinan Daniela dan ibunya sehingga pada saat kelas IX keduanya memantapkan diri untuk berpindah agama. Agama Islam yang sudah dikenal ibunya sejak kecil.
Ibu dan anak yang mendapatkan hidayah Allah Swt menerim nasehat dari mantan pendeta H Yudi Mulyana
“Memilih Islam saya hanya mencari yang terbaik. Ajaran Islam sendiri sudah saya kenal sejak kecil. Dulu kadang saya ikut sholat taraweh dengan saudara saya, karena keluarga besar saya juga ada yang muslim namun saya belum terpikir pindah agama. Namu pada akhir-akhir ini hidup saya agak berbeda. Hidup saya tidak terarah,” tutur Cornelia, ibu Daneila saat ditemui di ruang kerja kepala sekolah.
Ibu empat anak ini menjelaskan, sejak hidupanya merasa tidak terarah dirinya banyak belajar dari temen-temennya yang beragama Islam. Sejak itu pola pikirnya berubah dan kehidupan dirinya merasa tenang. Dirinya sadar pilihan berpindah agama bukan sesuatu tanpa resiko. Namun Cornelia memantapkan diri dan mengingatkan anaknya agar keduanya untuk tetap konsisten menjalankan agama barunya tersebut. (den)