SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Mei 29, 2016

MEMILIH TOPIK TULISAN BAGI GURU

Oleh :
Deny Rochman

Saat mulai menulis kerap kali guru-guru bingung mau menulis apa. Apalagi dalam menulis tentang masalah di lingkungan kita, termasuk menyangkut kebijakan penguasa, tentu ada rasa was-was dan takut. Ada banyak hal yang perlu dan bisa ditulis oleh seorang guru, tidak perlu dan harus mempertaruhkan harga diri bahkan harta dan nyawanya untuk menulis. Dalam dunia penulisan ada jenis penulisan seperti menulis ilmiah dan menulis karya jurnalisitik.

TULISAN ILMIAH
Banyak jenis tulisan yang bisa menjadi inspirasi guru untuk menulis. Jenis tulisan dalam dunia pendidikan misalnya bisa dikaitkan dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan menulis, khususnya tulisan ilmiah masuk dalam kategori publikasi ilmiah dalam PKB, selain kegiatan pengembangan diri dan karya inovatif.


Kegiatan menulis guru bisa meliputi laporan penelitian, tinjauan ilmiah, artikel popular dan artikel ilmiah bidang pendidikan. Bisa juga menulis buku-buku teks pelajaran, modul, LKS, karya terjemahan atau menyusun pedoman guru. Semua jenis tulisan di atas relative bersih dari resiko ketakutan karena tekanan dari pihak lain, seperti yang dikhawatirkan oleh sebagian guru.

Dalam dunia akademik, dikenal tulisan berjenis artikel, makalah, kertas kerja, paper, essay, atau skripsi, tesis dan disertasi.  

Kendati jenis tulisan publikasi ilmiah guru relative aman resiko namun sebagai penulis pemula harus kerja keras untuk menghasilkan sebuah tulisan ilmiah. Mengapa? Bahan-bahan tulisan ilmiah lebih banyak bersumber dari buku-buku referensi tekstual, termasuk dokumen hasil penelitian sebelumnya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam meracik bahan tulisan menjadi satu kesatuan tulisan yang utuh dan baru atau terbarukan.

Sebagian orang memang lebih merasa gampang membuat makalah ilmiah daripada menulis sebuah berita atau laporan peristiwa. Jika menulis makalah tidak jarang rangkaian huruf, kata menjadi kalimat dan paragraf mengambil jalan pintas dengan copy paste. Satu paragraf dengan satu lainnya digabungkan dari sumber yang berbeda tanpa harus repot memikirkan pola dan gaya bahasa sendiri dalam meracik tulisan.

Pola tulisan copy paste tersebut sekalipun mudah namun ingat hal itu bisa terseret dalam kasus plagiat. Tindakan tersebut bisa dikategorikan kejahatan, yang bisa berurusan dengan aparat penegak hukum. Pada sisi lain, citra rasa tulisan akan terasa berbeda satu paragraf satu dengan paragraf atau bagian tulisan lainnya jika hasil karya copy paste berbeda penulis dan buku. Ingat, menulis itu ibarat memasak, berbeda penulis beda juga citra rasanya. Jika menulis digabung tanpa editing maka rasanya seperti gado-gado.

Buku karya Indra Yusuf berjudul Quo Vadis Pendidikan Kita misalnya, adalah satu contoh kumpulan tulisan ilmiah. Tulisan ilmiah tersebut berdasarkan sumber-sumber konsep, teori dan aturan yang ada dalam mencermati fenomena yang terjadi.

KARYA JURNALISTIK
Tulisan jurnalistik lebih bermuara hasil laporan peristiwa yang terjadi. Bentuk tulisannya bisa berupa berita, feature, artikel, opini dan kolom/essay. Biasanya ciri khas tulisan jurnalistik lebih factual, up to date dan analisis deskriptif empiris dalam memahami realitas sosial yang terjadi. Bobot tulisan jurnalistik dipengaruhi salah satunya mengandung nilai berita.

Nilai berita itu antara lain: ketepatan waktu (timeliness), kedekatan tempat terjadi (proximity), besarnya (size), kepentingan (importance), ketokohan, konflik, hal luar biasa (unusual), seks, kejahatan dan kemanusiaan (human interest).

Dalam menulis karya jurnalistik memang penulisnya harus memiliki kemampuan interpersonal dan komunikasi bahkan riset. Mengapa? Pola kerjanya menuntut penulis harus menggali data dan fakta di lapangan. Jadi jika guru menulis karya jurnalistik misalnya factor penyebab guru sering mangkir dari kelas, maka ia harus melakukan observasi, wawancara dan riset dokumentasi. Tentu cara kerjanya lebih ribet daripada pola kerja menulis ilmiah pendekatan pustaka.

Penulisan jurnalistik kendati sedikit ribet namun produknya jarang terjadi kasus plagiat. Plagiat dari isi maupun tulisannya, karena data dan fakta banyak diambil dari lapangan. Hal paling terasa sulit bagi wartawan pemula adalah dalam mengumpulkan bahan data, fakta dan informasi. Apa saja hal yang perlu ditanyakan, siapa saja nara sumbernya, bagaimana menghubunginya, susah tidak ketemunya, dokumen apa yang dibutuhkan.

Setelah selesai mencari bahan tulisan, permasalahan berikutnya adalah bagaimana menuangkan data, fakta dan informasi yang berserakan dalam kertas dan tape recorder menjadi tulisan yang tersusun runtut, logis, informatif dan argumentative. Belum lagi tulisan yang sudah jadi harus dikoreksi jenis dan gaya bahasanya apakah sudah sesuai dengan sasaran pembacanya atau tidak.

Buku karya Rini Hastuti yang berjudul Buku The Worrier’s Guide Book merupakan salah satu contoh karya jurnalistik. Tulisan setebal 210 halaman tersebut bisa dikategorikan jenis tulisan feature atau essay. Kumpulan tulisan yang mengungkap fenomena kecemasan yang dialami manusia modern masa kini. Fenomena tentang budaya konsumtif, suka berprasangka, kecanduan gadget dan internet, suka mengeluh, dilema wanita karir dan banyak lagi. (*)