SELAMAT DATANG DI WEBLOG DENY ROCHMAN. MARI KITA BANGUN PERADABAN INI DENGAN CINTA DAMAI UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Januari 27, 2016

HITAM PUTIH MANUSIA PEMBELAJAR

 Oleh :
Deny Rochman, S.Sos., M.Pd.I

Warna hitam putih mendadak beken di awal tahun 2016 di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS) Kota Cirebon khususnya, seluruh Indonesia pada umumnya. Menyusul pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan terkait pakaian dinas PNS yang harus dipakai pada hari Kamis. Surat tersebut menindaklajuti kebijakan pemerintah pusat melalui surat Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI). Sebagai kebijakan baru, tidak luput dari pro kontra dikalangan PNS sekalipun tidak terang-terangan.

Reaksi tersebut tentu masih dalam batas kewajaran, mengingat secara historis pegawai negeri sipil baru era Presiden Jokowi mengenakan pakaian bawahan hitam dan atasan putih. Adanya upaya politisasi pakaian pun sempat mencuat berkenaan hitam putih menjadi pakaian favorit Presiden Jokowi selama pencalonan saat pemilu hingga sekarang menjabat sebagai kepala negara.

Berbagai ungkapan guyonan pun tak pelak berkembang di kalangan PNS. Ada yang menyebutnya sebagai sales, karyawan magang, peserta diklat, mantri kesehatan hingga mahasiswa yang lagi ikuti ujian semester. Beragam sindiran tersebut ada yang menanggapinya biasa-biasa saja, tetapi ada juga yang merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan itu bisa terlihat dari respon PNS tersebut dalam menyikapi secara lambat kebijakan pemerintah dalam hal berpakaian. Kalau pun mereka memakainya biasanya modelnya tidak sesuai ketentuan yang ada.

Dalam perspektif psikologi warna, hitam putih memiliki makna tersendir. Hitam menggambarkan kesan elegan, kuat dan sophisticated. Warna ini juga dapat menciptakan rasa takut, khawatir, paranoid, suram bila dipakai berlebihan. Namun hitam adalah warna yang cocok untuk dikombinasikan dengan semua warna. Selama ini hitam diklaim sebagai warna yang melambangkan kejahatan dalam film-film atau komik. Tapi, hitam juga punya sisi lain, misalnya saja untuk menyatakan sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap sebagai warna yang melangsingkan

Sementara warna putih memiliki makna psikologis, berarti suci, bersih, sederhana. Warna ini adalah warna dasar, cocok di kombinasikan dengan seluruh warna. Menurut pandangan ahli kesehatan warna putih mempunyai kelebihan dan keistimewaan yaitu kemampuannya untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Ini dikarenakan warna putih memberi kesan kebebasan dan keterbukaan. Warna  ini juga memberikan kesan steril dan biasa digunakan oleh orang-orang yang membawa misi kenabian bagi umat manusia.

MANUSIA PEMBELAJAR
Pencitraan pakaian hitam putih dengan segala pemaknaan memiliki sudut pandang yang seimbang, baik negative maupun positif, bergantung dari perspektif mana kita melihat. Namun pakaian warna ini yang berkonotasi kepada sales, karyawan training, mahasiswa ujian dan seterusnya memberikan pemahaman bahwa mereka yang mengenakan pakaian hitam putih boleh dipahami sebagai manusia pembelajar.

Menurut Sudarwan Danim dalam bukunya “Menjadi Manusia Pembelajar”, mendefinisikan manusia pembelajar adalah orang-orang yang menjadikan kegiatan belajar sebagai bagian dari kehidupan dan kebutuhan hidupnya. Ketika belajar telah menjadi kebutuhan, maka ilmu akan menjadi baju terindah bagi dirinya, pengetahuan akan menjadi lautan samudera bagi dirinya karena setiap saat mereka akan rindu dengan ilmu dan akan haus pengetahuan.

Manusia pembelajar memiliki karakteristik seperti rasa ingin tahu yang tinggi, optimisme yang tinggi, ikhlas, konsisten dan pandangan visioner.  Dengan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berarti manusia pembelajar memiliki motivasi untuk mengetahui banyak hal dari kehidupan diri dan lingkungannya. Dengan motivasi yang tinggi dalam dirinya, maka akan tercipta kinerja yang tinggi dalam berbagai aktivitas. Termasuk kinerja dalam belajar baik melalui membaca, maupun melalui penglihatan dan pendengarannya.

Dengan banyak membaca, maka manusia pembelajar akan memiliki confidence yang tinggi. Rasa percaya diri yang tinggi merupakan landasan yang kuat untuk memiliki optimisme yang tinggi. Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak pernah berharap sesuatu dari apa yang telah dilakukannya. Orang yang dengan ikhlas menambah ilmu dengan belajar, tidak akan berharap mendapat pekerjaan yang baik, dengan banyak belajar tidak berharap dapat jabatan yang tinggi, tapi orang ikhlas yakin bahwa apa yang dikerjakannya akan mendapat balasan. Dengan sikap ikhlasnya ini mereka terus belajar dan menambah ilmu tanpa mengenal lelah. Baik ilmu yang didapat secara langsung dengan membaca atau mereka mendapat dari melihat dan mendengar.

Manusia pembelajar akan terbiasa untuk belajar. Kebiasaannya inilah yang menjadikan dia konsisten dalam belajar. Selain kebiasaan, motivasi yang tinggi untuk belajar pun menjadikan kekonsistenan melekat dalam jiwanya. Manusia pembelajar memiliki pandangan jauh ke depan melebihi pemikiran kebanyakan orang. Mereka tidak tergoda untuk melakukan apa saja demi mendapatkan hasil yang instan.

Mereka tidak Mengejar target jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang. Manusia pembelajar dengan modal segudang pengetahuannya akan memunculkan ide-ide kreatif yang tidak pernah terpikir oleh orang lain. Mereka merangkaikan berbagai ilmu dan pengetahuannya untuk menghasilkan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi orang lain sebagai cara pandang mereka kedepan.

Dengan demikian, pemakaian seragam hitam putih bagi PNS termasuk guru di dalamnya memberikan pesan tersirat agar para abdi negara tersebut jangan pernah berhenti menjadi manusia pembelajar. Seluruh proses kegiatan kepegawaiannya tidak lepas dari kegiatan belajar, belajar dan belajar. Selain dengan warna tersebut PNS harus meluruskan niat bekerjanya sekuat baja agar bisa menjadi professional memuaskan pelayanan kepada masyarakat.(*)

*) penulis adalah guru SMP Negeri 4 Kota Cirebon