Oleh
:
Deny
Rochman
Sebuah
tulisan yang hidup dan enak dibaca membutuhkan proses dalam produksinya. Proses
tersebut lazim biasa disebut penyutingan (editing). Menyunting adalah suatu
kegiatan mengedit, mengubah, atau merapikan susunan letak (struktur) atau
penggunaan bahasa sebuah naskah tanpa mengubah makna sebelum tulisan itu
dinikmati khalayak. Publik yang membaca tulisan tersebut merasa nyaman dan enak
menatap deretan kata dan kalimat.
Penyuntingan
naskah dilakukan dengan tujuan : (a) Meringkas atau melengkapi, atau menambahi;
(b) Menjaga terjadinya kesalahan bahasa seperti ejaan, tata bahasa; (c)
Mengubah struktur yakni pilihan fakta yang ‘dipentingkan’ pilihan lead (teras
berita), bentuk ending dan lainnya misalnya dalam berita fakta konflik,
redaktur menghendaki lead yang bernuansa damai; (d) Mencegah kesalahan isi
biasanya masuknya opini pribadi penulis, terutama dalam berita konflik.
Disinilah menunjukkan bahwa tugas dan tanggung jawab seorang penyunting berita
tidaklah mudah. Satu hal yang tidak boleh dilakukan penyunting adalah merusak hasil karya penulis sehingga yang
harus dia lakukan adalah memperbaiki dan
menyempurnakan.